Catatan : Road Warriors sebagai “Duta Safety Ridding “


“Perjalanan itu maknanya lebih dalam daripada sekedar mengambil foto diri sebagai bukti dan kenangan. Perjalanan itu adalah media renungan, pencarian makna hidup, dan cara untuk merindukan pulang kerumah”

Bagi siapapun yang mencintai touring dan menyukai alam dengan banyak rahasianya yang tersembunyi, Road Warriors adalah jawabannya. Road Warriors adalah touring all varian Yamaha Indonesia yang digagas oleh detik.com dan myTrans. Tahun ini untuk kedua kalinya event ini diadakan, masih mengemban misi sebagai “Duta Safety Ridding” dengan mengarungi jalur lintas barat Sumatera dari Jakarta menuju Padang.

Mengalahkan ratusan pendaftar Road Warriors 2014, terpilihlah 10 orang finalis dengan varian Yamaha yang berbeda beda. Siap menjadi ksatria yang menembus jalanan.

Jalur barat Sumatera ini menurut banyak cerita adalah jalur yang rawan bagi para pengendara roda dua yang melintas karena sering terjadi kasus begal yang bermodalkan senjata tajam bahkan senjata api yang tidak segan untuk melumpuhkan para korban jika melawan. Namun jangan kira dengan cerita cerita seram itu lalu membuat kami, para finalis senyum kecut atau nyali ciut. Di benak saya ketika mendengar kata menjelajahi daratan Sumatera adalah tikungan tajam berkelok, hamparan hijau hutan perawan dan jalanan rusak yang ajrut-ajrutan alias medan yang hancur, justru yang seperti itu yang memacu adrenalin dan membuat darah ini bergejolak.

111816_krui13

Indahnya jalur barat sumatera

Inilah kisah perjalanan kami, dalam merendahkan ego dan emosi, untuk sebuah misi, sapalah kami dengan The Lost Adventure Road Warriors 2014.

Indonesia dengan sejuta pesonanya, salah satunya dimiliki oleh ranah minang. Tanah kelahiran para pujangga dan penyair, yang banyak melahirkan kisah klasik manusia dari Malin Kundang hingga kisah cinta Siti Nurbaya, dari perjuangan seorang midun di “Sengsara Membawa Nikmat” hingga kisah keberhasilan “Engku Zainuddin dari nol hingga menjadi pengusaha sukses dalam “Tenggelamnya kapal Van Der Wick”.

Terlepas dari kisah cintanya yang menyentuh hati, ranah minang nagari dengan Ngarai sihanouk yang konon merupakan bagian dari patahan bumi yang ada di Pulau Sumatera, yang lantas menghasilkan pahatan alam yang luar biasa megah berupa dinding curam yang nyaris tegak lurus dengan hamparan lembah hijau di tengahnya.

Adapula “Lembah Harau” dengan pesona pemandangan tebing-tebing yang menjulang dengan kokoh dan megah, anda juga akan merasakan segarnya udara dan air terjun yang mempunya keistimewaan sendiri. itu semua merupakan tempat biasa yang sudah dikunjungi, kali ini dengan tema “The Lost Adventure” kami ingin mengenalkan lebih banyak potensi tersembunyi sepanjang jalur barat sumatera.

Persiapan tentu merupakan hal yang wajib dilakukan karena perjalanan ini merupakan perjalanan jauh melebihi 1000 km, dari persiapan fisik, kondisi motor dan perlengkapan tambahan kendaraan maupun perlengkapan darurat. Tahap awal adalah dengan melakukan service dan pengecekan motor serta memastikan semua dalam keadaan siap untuk melakukan perjalanan jauh, juga melakukan penggantian parts yang mesti diganti karena sudah tidak layak pakai agar tidak mengganggu perjalanan nantinya. Bekerjasama dengan Yamaha DDS Cempaka Putih yang mengerahkan armada bengkel berjalannya dalam sebuah mobil van yang sudah dimodifikasi sehingga bisa seperti bengkel biasa, yang biasa disebut sebagaI “Yamaha Mobile CBU Service” dilakukan pengecekan dan kesiapan kendaraan seluruh peserta.

Jpeg

Pengecekan motor peserta sebelum memulai perjalanan

Hal lain yang tidak kalah penting tentunya adalah kondisi fisik seluruh team harus siap untuk melakukan perjalanan jauh, dengan mengonsumsi vitamin serta suplemen untuk memastikan nutrisi dalam tubuh cukup untuk berkonsentrasi selama berkendara jauh.

Sebagai duta Safety Ridding, kami wajib mematuhi aturan aturan yang ada selama perjalanan. Rasa ego, jumawa, senioritas semua dilebur untuk sebuah tujuan mencapai garis finish tanpa harus saling menjatuhkan, menikung dibelokan, kami bersatu, semua adalah saudara dan selalu dengan jiwa “BROTHER TO THE END”.

101308_road5

Hoooopppps melompat lebih tinggi gapai harapan

Route Jakarta – Lampung merupakan rute yang sangat padat, karena bersamaan dengan jam kerja sehingga perjalanan team pun juga mengalami kemacetan di sepanjang jalur yang dilalui. Namun dengan semangat sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas seluruh team tetap mematuhi aturan rambu rambu yang ada, serta menghormati pengguna jalan. Disini, kita ingin mengampanyekan bahwa sebuah acara/event motor tidak harus mengganggu pengguna jalan lain. Selama ini melekat dalam benak masyarakat bahwa rombongan motor ingin menang sendiri dengan serobot kanan serobot kiri, yang tentunya sangat membahayakan bagi diri pengendara itu dan pengguna lainnya.

Dalam menyusuri jalur barat Sumatera disamping team menyaksikan keindahan alam juga disajikan track yang cukup menantang. Sangat dibutuhkan konsentrasi dan ketangguhan tunggangan masing masing anggota team. Ketahanan mesin sangat diperlukan saat kita harus melewati kelokan, turunan dan tanjakan yang cukup extreme, disamping medan beraspal yang halus juga team harus melewati jalanan berlumpur karena memang masih dalam perbaikan. Sebuah perjalanan yang tentunya bukan hanya menguras tenaga dan fisik peserta, kontrol emosi dan kekompakan sangat diuji dalam hal ini, apakah peserta lebih mengutamakan egonya sendiri ataukah dia mampu bersatu dalam team.

Keindahan alam bukit barisan dengan deretan pohon sawitnya, sangat mengagumkan dan mendekatkan seluruh team pada kebesaran sang maha pencipta. Potensi wisata alam merupakan aset yang sangat potensial untuk dikembangkan, tentunya tunjangan insfrastruktur sangat penting dalam hal ini. Seperti pantai Lovina yang sangat indah, lengkap dengan sarana surfing. Namun belum ditunjang dengan fasilitas penerangan yang memadai.

Memasuki perjalanan Bengkulu – Padang team menyusuri jalur sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang sangat terkenal dengan jalur “Pedati”. Dimana Bung Karno pernah dilarikan dari kota Bengkulu dengan menggunakan kendaraan pickup terbuka serta memakai pedati menyusuri Bengkulu, muko muko hingga kota Padang. Tentunya medan yang dilalui jaman dahulu sangat berbeda dan lebih terjal serta berbahaya, sungguh suatu perjuangan yang sangat menggetarkan jiwa, semoga semangat juang Bung karno, juga terpatri dalam jiwa team Road Warriors 2014. Bahwa setiap perjuangan butuh kerja keras, usaha, doa dan pengorbanan.

Jpeg

Masjid jami Bengkulu saat malam hari

Jalur dari Bengkulu melalui Muko – Muko hingga Padang juga sangat menguras fisik dan stamina Team Road Warriors 2014. Perjalanan melalui rute ini mulai terasa berbeda. Jika sebelumnya, didominasi pegunungan dan hutan, kini lebih banyak pemandangan pantai. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi keindahan pemandangan Samudera Hindia, namun sayangnya, di beberapa titik jalan kami temui jalanan rusak terkena abrasi air laut, team juga masih harus melalui track penuh tikungan yang lebih menukik dan  tajam.

Namun perjalanan panjang dan melelahkan tersebut terasa nyaman berkat perfoma tunggangan team yang bergerak lincah saat melewati tikungan dan melaju kencang di track lurus tanpa sebuah hambatan. Yamaha, memang selalu terdepan.

111710_krui10

Berpose bersama dengan kru Yamaha Bengkulu

Sepanjang perjalanan Bengkulu – Padang kami mendapatkan sejumlah ruas jalan yang rusak berat, belum lagi yang bekas longsor, sehingga team harus lebih berhati hati dan memperlambat laju kendaraan, jalur ini juga dilalui truk-truk besar milik perusahaan kelapa sawit.

Memasuki kota Painan, kami melihat keindahan Pantai yang tidak kalah pemandangannya dengan pantai di Bali.

Hingga akhirnya team masuk kota Padang, panorama indah teluk bungus dan teluk bayur menyapa seluruh team yang merasa bangga mampu menaklukan jalur lintas barat Sumatera dan sajian khas padang pun dari sate padang hingga kuliner lainnya tidak luput dari seluruh team Road Warrior 2014.

Jpeg

Pemandangan telur bayur yang selalu membuatku rindu kembali

Perjalanan belum berakhir. Kami juga melakukan city tour, perjalanan menyusuri lokasi wisata yang ada dikota Padang, dengan tujuan Danau maninjau. Menyusuri kota padang sama seperti menyusuri bait bait indah para penyair dan pujangga kelahiran ranah minang. Romansa classic kisah kasih manusia berpadu dengan indahnya alam semesta, serasa team terbawa didalam kisah kisah novel Siti Nurbaya dan perjuangan pahit getirnya Midun. Keindahan lembah anai dengan air terjunnya yang deras menambah nuansa romantis sederas kisah cinta cik Hayati dengan engku zainudin dalam “ Tenggelamnya kapal Van Der Wick”. Keindahan danau maninjau yang menyimpan legenda tentang sifat jelek manusia, “sifat dendam yang dapat mendorong seseorang berbuat aniaya terhadap orang lain, demi membalaskan dendamnya” sebuah legenda yang penuh pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Puji syukur kehadirat illahi atas anugerah nikmat hidup dan keindahan alamNya, terima kasih untuk tim detik.com yang tetap menulis dan menerbitkan cerita perjalanan kami setiap hari, sehingga walaupun kami kehilangan signal dibeberapa tempat, rekan dan keluarga masih bisa memastikan kami dalam keadaan baik baik saja melalui update-an dari detikOto. Tim myTrans, yang setia mendampingi dan mendokumentasikan seluruh kegiatan kami. Setiap video perjalanan akan menjadi saksi kami, bahwa Jakarta – Padang terarungi. Tim motormasse yang dengan sabar memandu dan mengarahkan kami. Untuk Yamaha Indonesia yang telah memberikan kesempatan pada kami, melakoni perjalanan Road warriors 2014. Sebuah pengalaman, ilmu yang tiada ternilai telah kami dapatkan, dan kesemuanya akan kami persembahkan untuk bangsa kami tercinta, Indonesia.

Jpeg

Terima kasih sahabat sahabatku di padang yang tak akan pernah hilang dimakan waktu

Kualitas perjalanan dilihat dari penggunaan hati, banyak orang pergi ke ratusan negara, hanya untuk kebanggaan pada cap paspor dan foto diri. Kami hanya ingin berjalan perlahan perlahan , mendalami negeri, menyelami manusia, menganalisa sejarah, mempelajari budaya dan mencatat setiap cerita, yang kesemuaya dilakukan dari hati. Dan Road Warriors, bagi kami adalah sebuah perwujudan mimpi.

So, what are you waiting for? Prepare your self and lets join with #RoadWarriors team.

Artikel ini dimuat di oto.detik.com , nihhh sumber aslinya klikdisini

Iklan

One thought on “Catatan : Road Warriors sebagai “Duta Safety Ridding “

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s