Jejak tapak HW Daendels part 1


Salam jejak,… setelah cukup lama tidak  lakukan touring (bener ga sih istilah buat jalan jalan pakai motor ini) bener ga bener ben lah, gitu aja repot hehehehe…. lanjutlah. eit tunggu dulu kasih penjelasan dulu kalau touring kali ini sudah direncanakan bareng kawan yang di sidoarjo dan mau makai motor disana jadi dari cepu saya tidak pakai motor, itu saja sih !!!

 

534250_3741049608289_269275989_nv (2)
kesibukan harian project cepu
 Jumat merupakan hari yang ditunggu (hehehe kan besoknya sabtu libur) mumpung proyek belum mulai aktifitas sehingga masih punya waktu luang untuk memuaskan hati yang gersang (padahal musim hujan loh), meski sebetulnya hari kamis kondisi badan cukup panas malah bisa dibilang sangat tinggi demamnya, bahkan sampai ga bisa bangun dari tempat tidur karena nyeri di dada sungguh sangat menyiksa (ihh kok curcol ) tapi alhamdulillah jumat pagi kondisi berangsur lumayan sehat, dan setelah selesaikan yang harus diselesaikan, acara berkemas pun disambi sambil kerja.
314186_3829763026069_1448505151_n (2)
kerjanya ditemenin boneka
Manusia berencana Tuhan yang menentukan, hari jumat ternyata cuaca sangat tidak mendukung, sejak pagi hujan tidak mau berhenti, plan awal berangkat ke ngawi adalah jam 15.00 wib, akhirnya molor sampai jam 17.00 wib itupun dengan tindakan nekat menerobos curah hujan yang masih cukup deras. Perjalanan dimulai dengan menaiki minibus jurusan ngawi, meski tadinya sempat was was karena minibus terakhir jam 16.30 wib, inilah resiko tinggal dikota kecil semua serba terbatas bahkan untuk sebuah perjalanan pun tidak bisa mendadak harus direncanakan dengan sangat matang.
318900_petilasan-aryo-penangsang_663_382
Petilasan gedong ageng jipang cepu
Buat tambahan pengetahuan saja, kota cepu merupakan kota kecamatan dari kabupaten Blora, yang terkenal dari cepu adalah Blok cepu atau kita mengenalnya dengan cepu kota minyak. disamping sebagai kota minyak, sejarah kota cepu juga cukup mewarnai sejarah kerajaan di Pulau Jawa terutama kerajaan Majapahit, konon pernah terjadi penyerangan yang dilakukan oleh Adipati Cepu kepada Raden Brawijaya dari Majapahit. Penyerangan ini dilakukan setelah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak. Dalam penyerangan ini, Adipati Cepu berhasil memaksa Raden Brawijaya untuk melarikan diri ke Gunung Lawu. Konon pula karena hal ini sampai sekarang yang masih mempunyai darah asli cepu dilarang untuk mendaki gunung lawu.
1378188_524005731013960_864991184_n (2)
Stasiun cepu
Meski kota minyak, sarana transportasi disini sangat terbatas, ada stasiun kereta api dengan jadwal tertentu saja dan untuk kendaraan bus hanya sampai jam 17.00 untuk ke kota ngawi.  Dan nasib baik masih berpihak ternyata masih ada minibus terakhir yang masih menantikan penumpang, minibuspun melaju membelah duren eh hujan menyusuri jalanan berbukit dan hutan yang masih cukup lebat.
Dari ngawi perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan bus sumber bahagia dulunya sumber kencono yang mengalami penggantian label karena seringnya mengalami kecelakaan, menurut cerita yang ga jelas sumbernya kencono itu sumber malapetaka,..  dan saya sendiri sudah alami kecelakaan dengan bus ini, yah percaya ga percaya nama itu adalah doa.
531377_3137104750045_520823837_n
Keindahan sempu dan cerita seramnya …. 
Akhirnya sampai disidoarjo jam menunjukan jam 23.00 wib, saya berhenti di kompleks pemakaman muslim kletek hiiiiiii horor deh tengah malam berhenti di kompleks pemakaman, apalagi di kompleks itu ada putih putih, ehhh setelah di amati dengan teliti ternyata cuma batu nisan yang tinggi.  hahaha sempet dag dig dug juga setelah pengalaman di pulau sempu yang penuh horor ( yang ini belum sempat ditulis malah di blog). di dekat kompleks ini disempatkan untuk makan malam di warung pinggir jalan, meski warungnya sangat sederhana namun rasa sambalnya lumayan enaklah buat ngeganjal perut yang lapar, sebetulnya yang membuat enak adalah sayur lalapannya yang disediakan banyak tinggal ambil sendiri, jadi inilah yang menambah nikmatnya makan malam di kompleks pemakaman muslim kletek Sidoarjo.
401125_241944495886753_1078262882_n
Bro Roby temen Jelajah sejarah Daendels
Dan sahabat yang ditunggupun datang menjemput untuk ke tempat peristirahatan terakhir ehhhh maksudnya tempat buat istirahat tidur sebelum melanjutkan perjalanan yang lebih mendebarkan untuk sedikit mengenal peninggalan Gubernur Jendral Daendels, di pelabuhan Panarukan, sebuah Pelabuhan yang besar pada masanya sejak Jaman majapahit yang kini mulai tertinggal,….  dan saatnya tidur, sampai ketemu di bagian selanjutnya ….. Jejak di titik nol ( zero ) antara penindasan dan bapak Infrastruktur pulau jawa.
Iklan

3 thoughts on “Jejak tapak HW Daendels part 1”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s