Cahaya Syurga di luweng Pembantaian


150101_3159670754181_1094259690_n
Jalanan rusak tanpa aspal ciri khas menuju lokasi luweng pembantaian
Siapa yang tidak mengenal Gunung Kidul Yogyakarta yang merupakan surganya dunia pariwisata. Gunung Kidul terkenal akan banyaknya tempat wisata yang indah dan masih bersifat alami. Salah satu wisata yang penuh sejarah kelam dan merupakan lahan pembantaian, disinilah korban eks PKI dijatuhkan dari lubang atap gua Grubug, entah berapa banyak jumlahnya saat itu. Mistis memang auranya namun tetap eksotis….. Inilah gua Jomblang merupakan gua vertikal dengan hutan purba yang rapat di dasarnya. Sebuah lorong sepanjang 300 m yang dihiasi dengan ornamen gua yang indah akan membawa Anda menuju Gua Grubug, tempat di mana bisa menyaksikan cahaya surga.

Setelah menempuh hampir 2 jam dari pusat kota Jogja menuju Gunung Kidul, tidak terlalu sulit untuk menemukan Goa Jomblang karena cukup banyak papan petunjuk ditempatkan di setiap belokan, namun jangan berharap menemukan jalanan halus beraspal untuk kesini. Kenapa tidak di aspal? Pengelola memang sengaja membiarkan kondisi alam sekitar tetap alami, bukan hanya akses saja tapi banyak hal lain yang tetap di biarkan “sederhana” tanpa tersentuh modernisasi.
jomblang 2
Cahaya yang memancar laksana cahaya syurga
Ketika memasuki gua jomblang yang vertikal itu beribu bahkan berjuta perasaan berkecamuk. Setelah menggunakan sepatu boot, harnes dan helm (perlengkapan wajib turun Jomblang) kami siap di turunkan ke dasar goa menggunakan teknik Single Rope Technic. Kita tinggal duduk manis ( 1 kali turun 2 orang).
575610_3151889759661_1146168771_n
Pasrah menyerahkan hidup pada seutas tali
Kepasrahan harus dibuktikan manakala kaki kita lepas dari pijakan dan percaya pada takdir Tuhan menjadi pegangan. Tubuh tergantung tali menuruni kedalaman 60 meter ke dasar gua. Pemandangan saat menggantung-gantung di ketinggian cukup menarik karena kadang kita harus melintas di antara ranting atau dahan pohon, karena lubang mengangga ini tercipta dari amblasnya dataran di atas sehingga beberapa tumbuhan ikut amblas dan tumbuh di dasar gua.
542485_2877473939437_1347268331_n
Mulut Goa 
Gapura raksasa gua jomblang menyambut kedatangan kita, menyusuri jalan setapak menuju gua Grubug. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk mendengar bunyi gemuruh air dan melihat seberkas cahaya terang. Di depan saya terpampang pilar cahaya yang masuk menembus dari Luweng Grubug. Rasanya sedikit tidak percaya di kedalaman 90 meter di bawah tanah ada kubah dengan cahaya yang sangat indah. Suara gemuruh sungai bawah tanah terdengar jauh di bawah kami menimbulkan gema yang memantul di dinding-dinding goa.
535245_2877459339072_247220011_nm
Cahaya akan nampak saat sekeliling kita gelap, seperti hidup kita melihat kebaikan karena ada kebatilan
Menyaksikan cahaya matahari yang bersal dari ventilasi atap gua Grubug, seolah menatap cahaya surga. Rasa syukur, kagum bahkan haru menyelimuti dada akan keagungan Sang Pencipta. pada akhirnya pengalaman pertama dan mungkin sekali seumur hidup menggantung di ketinggian 60 meter terbayarkan dengan indahnya pemandangan di dalam Luweng Grubug. Rasa takut, cemas, semua hilang begitu disuguhkan pilar cahaya berselimut kabut uap air yang naik dari aliran sungai bawah tanah.
sepertinya belum ngebolang jika belum ngejomblang.
Yang penasaran, informasi lebih lanjut silahkan menghubungiPak Cahyo Alkantana : +62 811 117 010 (Selaku pemilik lahan Goa Jomblang)

Iklan

One thought on “Cahaya Syurga di luweng Pembantaian”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s