39 days #2 (Jejak pajajaran majapahit)


Jika ditanya pelajaran apa yang saya sukai, jawaban saya adalah sejarah. Sejarah bukan hanya cerita masa lalu tapi dalam sejarah kita belajar untuk bagaimana mengambil  makna dari peristiwa tersebut untuk di  jadikan pegangan hari ini guna kehidupan yang lebih baik di esok hari. karena hari kemaren adalah cerita, hari ini adalah nyata besok adalah cita -cita. Maka jika disetiap postingan saya menyelipkan cuplikan sejarah, semata hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri tentang sejarah dari kota yang saya lewatin selama perjalanan.

.

salem (2)

Jalan raya lintas salem

Setelah dirasa cukup meminta restu untuk touring, saya melanjutkan  perjalanan menuju tatar sunda banjar patroman. Untuk ke kota banjar dari kota brebs bayak jalur yang bisa dilalui, namun saya tetap menyusuri wilayah kabupaten brebes, dengan melalui kota ketanggungan menuju banjarharjo dengan rencana rest point adalah di majenang cilacap untuk bersama rombongn lain menuju banjar patroman. Jika kita melihat peta sebetulnya antara brebes – cilacap itu sejajar  dari utara ke selatan hanya saja karena banyaknya perbukitan sehingga jalurnya cukup menantang. lewat jalur pintas dari Banjarharjo ke selatan melewati bukit lio – Salem – Majenang terus ke kota Cilacap hanya memakan waktu cm 2,5 – 3 jam. jalanan yg sepi, penuh tanjakan dan berkelok – kelok sangat menantang.

saleemm1

Daerah berbukit menambah asyknya perjalanan

Dari Banjarharjo kita akan melewati Bukit Lio yang berada di perbatasan Salem dan Banjarharjo, lokasi ini potensial dikembangkan sebagai Bumi Perkemahan, untuk  meningkatkan daya tarik Salem namun tidak mengurangi fungsinya sebagai daerah penyangga suplai air bagi kabupaten Brebes. Pada hari libur Puncak ini di padati oleh wisatawan dari berbagai daerah. Selain menikmati hawa sejuk dan pemandangan yang luar biasa eksotis juga bisa mengenal keanekaragaman hayati yg ada di Sekitar. puncak ini bisa di tempuh dari arah Banjarharjo dgn melewati Bandungsari dan juga di tempuh dari Desa Pasirpanjang Salem. Namun jika dari arah Bumiayu dan Majenang bisa mengikuti petunjuk jalan arah tanjung kersana brebes.

Sedikit mengenal kota Salem, kota ini merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Brebes, Provinsi  Jawa Tengah,dan menjadi kota perbatasan Brebes dengan Kabupaten Cilacap  di sebelah  Selatan, serta Kabupaten Kuningan ( Provinsi Jawa Barat ) di sebelah Barat. Dalam kesehariannya masyarakat salem lebih banyak menggunakan bahasa sunda, semua ini tidak terlepas dari sejarah salem sendiri yang juga masuk dalam kerajaan galuh dan pajajaran.

perangbubat

Ilustrasi perang bubat (sumber foto buku perang bubat)

Dari cerita yang pernah saya dengar penduduk Salem ada keterkaitan dengan Kejadian perang bubat pada zaman majapahit, tahukan cerita perang bubat dan majapahit ?

Setelah Perang Bubat, ternyata tidak seluruh punggawa/pengawal/rakyat Pajajaran mati terbunuh, dan kembali ke Jawa Barat. Ada sisa-sisa punggawa tersebut menetap diwilayah kecamatan Salem. Peninggalan penduduk pertama tersebut, sebagian dapat dilihat di situs Gunung Sagara (Lautan). Meski bahasa yang digunakan adalah bahasa sunda, namun ada perbedaan dalam masyarakat salem dengan wilayah sunda lain seperti priangan, karawang, banten dll.

Salem sendiri berada di lembah yang dikelilingi hutan dan deretan pegunungan di sekitarnya, berhawa sejuk (16-22° C) dan memiliki panorama yang indah, dengan jalanan yang berkelok mengikuti bukit bukit merupakan jalur favorite bagi penggemar touring. Selama perjalanan juga kita bisa melihat ladang persawahan seperti di ubud bali dengan sistem terasering, tidak perlu jauh jauh jika mau melihat panorama desa mirip bali, di brebes juga ada.

gerbang brebes salem

Diperbatasan ini ada warung yang jual rujak,  bisa dijadikan alternatif respoint 

Dari perbatasan salem tidak jauh lagi kita akan langsung bisa memasuki kota majenang cilacap, kota ini sudah cukup rame seperti kota lintasana lainnya, di majenang ini saya hanya dijadikan rest point, selanjutnya perjalanan menuju kota banjar patroman. Untuk menuju banjar kita akan melewati hutan hutan pinus dan karet sepanjang perjalanan.

Dari banjar sebetulnya kita bisa bermain ke pantai pengandaran ataupun ke lembah green canyon, namun apalah daya destinasi itu tidak masuk dalam masterplan touring kali ini. setelah bermalam dikota banjar keesokan harinya saya langsung melanjutkan perjalanan kembali ke arah timur.

Destinasi utama lintasan selanjutnya adalah bumi majapahit, namun sebelumnya saya ternyata harus kembali ke cepu, karena ada pekerjaan yang mendadak harus saya kerjakan.

…………….. #3

 

 

 

 

Iklan

One thought on “39 days #2 (Jejak pajajaran majapahit)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s