Sabuk Nusantara 46 Penyambung Pulau pelepas penat


Jakarta yang bukan Jakarta, Jakarta yang tanpa kepulan asap  metromini, Jakarta yang tanpa hiruk pikuk teriakan kondektur mayasari bhakti, Jakarta tanpa macet, Jakarta tanpa Angkot

Sering kali kita dan  umumnya warga Jakarta mengeluhkan suasana kota yang panas dan penuh polusi, jenuh dengan segala rutinitas pergi pagi pulang petang dan efeknya tingkat emosional meningkat hingga produktivitas kerja menurun.  Hal wajar karena kondisi Jakarta saat ini semakin sesak oleh manusia, sehingga tak heran jika setiap akhir pekan, berduyun duyun warga jakarta meninggalkan ibukota hanya untuk sekedar melepas kepenatan.

Sebenarnya tidak harus jauh keluar kota,  Jakarta juga  punya tempat yang memiliki pesona cantik dengan lautanya yang biru dengan udara yang cukup bersih dari polusi. Jakarta yang seperti bukan Jakarta, Jakarta yang tanpa kepulan asap metromini, Jakarta yang tanpa hiruk pikuk teriakan kondektur mayasari bhakti, Jakarta tanpa macet, Jakarta tanpa Angkot.

IMG_5565
Jakarta yang bukan seperti Jakarta, biru lautku putih pasirku

Iya, bagian Jakarta ini memang sangat indah pemandangannya, lautanya masih biru dan bening sehingga bisa jadi orang akan bertanya benarkah ini wilayah Jakarta ? Kepulauan Seribu,  gugusan mutiara yang sering tidak disadari keberadaannya oleh masyarakat Jakarta. Begitu banyaknya pulau di wilayah ini sehingga dinamakan kepulauan seribu, lalu apa dan bagaimana untuk bisa kesana, mahalkah ongkos kesana lalu bagaimana disana ?

Banyak jalan menuju roma, begitu juga banyak jalan menuju pulau seribu, untuk menuju pulau seribu biasanya kita menggunakan perahu nelayan yang akan mengantar kita kesana, beberapa akses menuju kepulauan seribu yang selama ini kita kenal adalah :

  1. Pantai Tanjung pasir biasanya untuk ke pulau untung jawa
  2. Dermaga Muara angke atau Kali adem, hampir sebagian besar pulau seribu diakses disini
  3. Pantai marina ancol, dermaga kapal cepat dengan harga yang lumayan mahal

Dengan menggunakan perahu nelayan dari Muara Angke / Kali Adem biaya ke pulau seribu berkisar Rp 40.000 – Rp 50.000 sekali jalan, ini masih murah ketimbang kita naik dari Pantai Marina ancol dengan biaya berkisar Rp 250.000 – Rp 300.000 sekali jalan.

IMG_5583
Kapal Perintis Sabuk Nusantara 46

Adakah yang lebih murah biaya untuk ke pulau seribu ? Ada, memang masih banyak masyarakat yang belum tahu kalau PT Pelayaran Nasional Indonesia (pelni) membuka jalur Kapal Perintis Sabuk Nusantara 46  yang melayani rute  dari Pelabuhan Sunda Kelapa ke kepulauan seribu. Dengan harga tiket Rp 15.000,- pelni mengambil rute dari Pelabuhan Sunda Kelapa – Pulau Untung Jawa – Pulau Pramuka – Pulau Tidung (masih pembenahan dermaga) dan berakhir di Pulau Kelapa.

Pelabuhan Sunda Kelapa berlokasi di kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, pelabuhan ini juga merupakan situs bersejarah dan destinasi wisata Jakarta yang cukup menarik, konon pelabuhan ini sudah ada sejak abad ke -5 dan hingga sekarang pelabuhan ini masih berfungsi sebagai pelabuhan dagang.

peta sunda kelapa
Peta lokasi Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kapal Sabuk Nusantara 46 bersanda

Jadual keberangkatan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 46  dari Pelabuhan Sunda Kelapa setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu pukul 08.00, namun saat saya mencoba kapal baru berangkat pada pukul 09.20, molor waktu hingga 1 jam lebih, dan sampai di Pulau Untung Jawa sekitar pukul 10.4. Di Pulau Untung Jawa Kapal berhenti kurang lebih 30 menit, untuk memberikan kesempatan penumpang menikmati keindahan Pulau Untung Jawa. Dan Kapal merapat di Pulau Pramuka pukul 14.00 , untuk yang berniat wisata air atau snorkeling tentunya kapal ini terasa lambat dan membuang waktu kita untuk bisa puas menikmati keindahan bawah laut.

Di Pulau Pramuka kapal bersandar selama 1 jam, ini memberikan kesempatan bagi penumpang menikmati keindahan pulau pramuka yang merupakan pusat kota di kepulauan seribu. Fasilitas di Pulau Pramuka cukup komplit dari Rumah Sakit hingga ATM tersedia. Disini juga terdapat perahu ojek yang akan mengantarkan penumpang ke pulau sekitar seperti Pulau Karya, Pulau Panggang dll dengan tarif Rp 4000,-.

Kali ini perjalanan saya hanya sampai di Pulau Pramuka karena saya berniat camping di pulau semak daun, untuk menuju kepulau semak daun kita bisa menyewa perahu nelayan dengan tarif Rp 250.000 – Rp 500.000,- tergantung jumlah penumpangnya, maksimal penumpang dalam satu perahu adalah 15 – 20 orang, harga itu untuk pulang pergi dari Pulau Pramuka ke Pulau Semak daun, jangan lupa mencatat nomor telepon nelayan yang mengantarkan supaya tidak terdampar di Pulau.

Besoknya saya kembali ke Pulau Pramuka jam 11 siang, ketika kapal siap melepas jangkar, menurut informasi dari penjaga cafetaria, kapal berangkat dari Pulau Kelapa pukul 08.00  dan  sudah bersandar di Pulau Pramuka sejak pukul 09.30 dan pemberangkatan tepat pukul 11.00. Kapal merapat di Pulau Untung Jawa puku 12.00 dan bersandar 1 jam, untuk memberikan kesempatan penumpang kembali jalan jalan di Pulau Untung Jawa. Saya sendiri berkesempatan menyusuri pulau ini dan melihat betapa pulau ini tertata rapih, sesuai dengan sapta pesona wisata.

Tepat pukul 13.00 kapal kembali berlayar menuju pelabuhan sunda kelapa dan memasuki pelabuhan sekitar pukul 16.00, namun karena kondisi laut agak surut, kapal terlihat kandas tidak mudah merapat ke dermaga sehingga perlu bantuan forklift untuk menarik kapal ke pinggir dermaga.

IMG_8222
Forklift mencoba menarik kapal agar bisa merapat ke dermaga

Tak ada gading yang tak retak, karena kapal ini baru beroperasi 14 hari sehingga masih banyak pelayanan yang belum maksimal, dari pembelian tiket yang masih secara manual hingga akses menuju ke dermaga kapal yang terbilang rawan terjadi insiden kecelakaan, karena harus melewati kapal yang bongkar muat semen dan hilir mudiknya kendaraan berat, meski begitu bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi pelni menyediakan bus transjakarta yang mengantarkan sampai stasiun kota.

 

 

Iklan

4 thoughts on “Sabuk Nusantara 46 Penyambung Pulau pelepas penat”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s