39Days (The Emperor Majapahit) #3


Touring is The Journey Not Destination  bagi saya sebuah perjalanan itu lebih pada petualangan menyelami setiap lokasi yang kita lewati bukan hanya sekedar sampai ditujuan saja, bahkan di setiap perjalanan juga kita bisa memotret sisi kehidupan sekitar. Dan yang paling mengganggu saat touring itu jika tiba tiba ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan maka saya menuju kembali ke kota cepu, ini pekerjaan mengganggu touring atau touring menggganggu pekerjaan ? sebenarnya lokasi saya  bukan masuk wilayah cepu, tapi wilayah bojonegoro hanya karena wilayahnya dikenal sebagai blok cepu lebih enak nyebut cepu.

cepu00-704x214

Hutan perbatasan kota cepu

Blok Cepu termasuk dalam cekungan laut  Jawa Timur. Daerah ini termasuk salah satu penghasil migas tertua di dunia dengan dimulainya produksi pada tahun 1887, dengan wilayah meliputi Blora, Bojonegoro dan Tuban. Pengelolaan migas di blok cepu disamping dikelola perusaan besar juga masih banyak dikelola oleh masyarakat secara tradisional, hal ini pernah saya telusuri bagaimana proses menambang secara tradisional (baca : Minyak setan hasil tambang tradisional).

Di sepertiga malam, kabut masih menyelimuti kawasan hutan cepu jarak pandang hanyalah beberapa meter saja, suasana yang memang sangat temaram ditengah hutan, saya melajukan motor menyusuri rute cepu – bojonegoro -nganjuk –  jombang. Bojonegoro yang mulai menggeliat pembangunannya dengan dibetonnya jalanan dan mulai dibangunnya fly over untuk mengatasi padatnya lalu lintas, serta mulai dibangunnya jalan jalan tembus ke wilayah lainnya seperti madiun dan ngawi.

 

Rute Bojonegoro – Jombang mungkin sudah sering saya lintasi tapi dalam suasana pagi yang temaram baru pertama kali, dan udara dingin masih terasa menyelusup ke dalam tulang meskipun saya sudah memakai jaket tebal. Sengaja saya melintas ke kota Jombang, entah kenapa jika melewati kota ini merasakan nuansa sebuah lagu qosidah suasana dikota santri. melewati kota jombang terasa sejuk dan damai dengan hilir mudiknya santri santri menuju pondok pesantren, suasana yang sangat saya rindukan kembali, melihat remaja remaja membawa  Al-Quran bukan koran, santri berbusana rapi bukan busana kekurangan bahan.

Salah satu tokoh yang sangat saya kagumi dari jombang adalah cak nun (emha ainun najib), suami dari artis novia kolopaking dengan cara dakwah beliau yang sangat berbeda dan lebih mirip dengan dakwah yang dilakukan sunan kalijogo. Pendekatan Agama, Budaya dan Sastra menjadikan agama itu tidak angker dan kuno, bahwa agama itu bukan cuma masalah dosa, surga dan neraka.

Rute Bojonegoro – Jombang – Mojokerto masih lebih banyak melintasi hutan hutan dan pemandangan bukit coral (bener ga istilahnya) atau mungkin disebutnya bukit kapur, karena bukit bukitnya terlihat putih, pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi untuk fotografi sangat cocok.

 

Dalam sejarahnya kota Jombang merupakan gerbang dari kerajaan Majapahit, konon dalam cerita rakyat mengatakan bahwa salah satu desa yaitu desa Tunggorono, merupakan gapura keraton Majapahit bagian Barat, sedang letak gapura sebelah selatan di desa Ngrimbi, dimana sampai sekarang masih berdiri candinya. hal lain yang menguatkan tentunya adalah nama dari desa desa sekitar yang menggunakan awalan “Mojo” (Mojoagung, Mojotrisno, Mojolegi, Mojowangi, Mojowarno, Mojojejer, Mojodanu dan masih banyak lagi).

5378_465997303481470_1012803520_n

Dari Jombang saya langsung menyusuri peninggalan dari kerajaan Majapahit dengan mengunjungi candi tikus trowulan, dan tidak ketinggalan adalah melihat secara langsung buah yang konon menginspirasi menjadi nama sebuah Emperor yang bahkan ditakuti kerajaan mongolia. Majapahit diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva,dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama dari sebuah Emperor di Jawa.

Dalam sejarah bangsa Indonesia Majapahit memanglah ‘hanya’ satu di antara banyak kerajaan yang pernah berkembang di dalam tubuh bangsa persatuan yang kini disebut “Indonesia” ini. Walaupun demikian sejarahnya patut disimak dengan cermat karena kelebihannya: cakupan teritorialnya yang paling ekstensif, durasinya yang cukup panjang, serta pancapaian-pencapaian budayanya yang cukup bermakna.

Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana.
Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Di wilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi, dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang.

 

Iklan

3 thoughts on “39Days (The Emperor Majapahit) #3

  1. Ignatius arif berkata:

    Mantap kang MT , baru kali ini saya bisa dekat mengetahui keadaan daerah cepu yg memang blm pernah saya “jamah”. Kalo bisa tambahin spot2 jalan di sana biar petouring kaya saya ” tergoda” untuk “menjamah” cepu bojonegoro.karena menurut saya jalan solo jombang sudah terlalu main stream.salam satu aspal dari AVRC jakarta.

    Suka

    • thoriqalfatah berkata:

      Siap kang Arif, di sekitaran cepu bojonegoro tuban juga banyak lokasi kece termasuk juga keunikan masjid didalam perut bumi, tuban sendiri dikenal dengan julukan kota seribu goa, ditunggu ya cerita perjalanan saya menyusuri goa goa dituban

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s