Ketika Bhatarakala di negeri gerhana


Anisme di negeri ini masih sangatlah kuat, kepercayaan pada  hal hal ghaib tidak bisa lepas dari masyarakat bangsa indonesia termasuk juga kepercayaan pada fenomena alam gerhana matahari total.

Ada sebagian dimasyarakat kita yang hingga kini masih percaya bahwa gerhana matahari terjadi karena ada makhluk ghaib yang akan menelan matahari. bukan hanya di Indonesia mitos ini terjadi bahkan di negara lain pun ada mitos mitos yang dikaitkan dengan gerhana matahari ini.

Termasuk di  wilayah saya sendiri Jawa Tengah, masih lekat dalam ingatan saya bagaimana saat gerhana matahari dan bulan pernah  terjadi,  banyak masyarakat yang sengaja meukul mukul pohon kelapa, entah maksudnya apa, konon kepercayaannya kalau pohon kelapa tidak dibangunkan (dipukulin) isinya akan kosong atau isinya menjadi busuk.

Pada saat itu, para orangtua harus menyembunyikan anak-anak mereka di kolong tempat tidur dan menyiapkan sesajen di atasnya. Tujuannya agar anak-anak mereka tidak ikut dicaplok oleh raksasa jahat yang sedang turun ke bumi.

IMG-20160309-WA000

Bahkan semasa orde baru dulu, pemerintah sendiri melarang dengan  memasang spanduk untuk tidak melihat matahari secara langsung meski sedetik karena bisa membutakan mata. Mungkin bisa jadi benar tetapi masyarakat perlu diberikan informasi yang secara ilmiah kenapa gerhana matahari berbahaya jika dilihat secara langsung, terlepas dari kepercayaan masyarakat itu sendiri.

mitos_gerhana_matahari

Ilustrasi gerhana matahari versi china

Salah satu mitos yang sering saya dengar dari orang tua adalah cerita Bhatara kala, siapa Bhatara kala ini ? Dalam ajaran agama Hindu, Kālá adalah putera Dewa Siwa yang bergelar sebagai dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai rakhasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang Dewa.

Batara Kala dikenal sebagai raksasa rakus yang gemar memakan manusia, dan membuat keonaran di muka bumi. Untuk itu Batara Kala harus dilawan agar tidak memakan matahari, masyarakat jawa biasanya membunyikan kentongan, peralatan dapur dan sebagainya agar bising dan menakuti Batara Kala.

Legenda Batara Kala berikut mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tidak wajib diyakini. Masyarakat boleh percaya dan boleh juga tidak.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s