Menelusuri jejak ekspedisi cheng ho #Sam Poo Kong


Haii petarung jalanan, makna dari sebuah perjalanan touring yang di lakukan,ketika kita bisa berpijak pada hal yang tercipta, mendalami  indahnya kisah yang akan kita punya, dimana disana akan ada kenangan yang buat kita bangga karna kemarin yang buat hari ini berbunga-bunga dan hari esok yang lebih baik. Karena disetiap perjalanan akan banyak hal yang kita dapatkan, termasuk juga menambah khazanah pengetahuan.

IMG_8948 (2)

Dalam sejarahnya kota Semarang, Ada satu cerita menarik yaitu ketika Laksamana Cheng Ho berusaha mendamaikan kerajaan Blambangan dan Majapahit. Saat itu Laksamana Cheng Ho yang sedang berlabuh di semarang mengirimkan utusan kehormatan kaisar sebanyak 300 orang ke kerajaan Blambangan. Utusan ini sama sekali tidak bersenjata. Namun Majapahit salah mengira jika Kerajaan Blambangan sedang meminta bantuan dari Kaisar Ming.

IMG_8961 (2)

Majapahit kemudian menyerang utusan ini. sekitar 170an lebih utusan tewas. Laksamana Cheng Ho yang terkejut dengan serangan ini mengerahkan seluruh armadanya ke kerajaan Majapahit dan mengarahkan semua meriam kapal perangnya ke daratan. Namun ditengah emosi armadanya, Laksamana Cheng Ho melakukan tindakan yang mengejutkan yaitu dengan kapal kecil ditemani beberapa pengawalnya menghadap Raja Majapahit dan menanyakan alasan mengapa utusannya diserang.

Raja Majapahit menyadari telah terjadi kesalahpahaman. Masalah ini pun dapat terselesaikan dengan damai. Sungguh luar biasa hal yang dilakukan oleh Laksamana Cheng Ho.

IMG_8981 (2)

Jejak lain laksmana cheng Ho di semarang bisa kita telusuri di  Klenteng Sam Poo Kong. Di Klenteng ini, Anda akan menemukan bentuk akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat setempat yang menarik. Serta cerita Laksamana Cheng Ho yang tersohor.

Sam Poo Kong hanya berjarak sekitar empat kilometer dari simpanglima yang menjadi pusat Kota Semarang. Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung mengarahkan kendaraan ke barat daya, tepatnya daerah Simongan. Klenteng ini berada tepat dipertigaan menuju gapura kawasan simongan.

 

Kalau anda datang dari luar kota pakai pesawat, dari Bandara Ahmad Yani Semarang, bisa naik Bus Rapid Transit dari selter Kalibanteng, kemudian transit di depan Balai Kota Semarang untuk berganti Bus dan turun kembali di RS Kariadi< kemudian berjalan kaki ke arah Kaligarang untuk naik Bus jurusan banyumanik – Mangkang dan turun depan Sam Poo Kong.

Keberadaan Klenteng Sam Poo Kong Semarang ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahun bertepatan tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien.

IMG_8982 (2)

Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Hoo beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Didalamnya, pengunjung bisa melihat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien. Bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.

Dilokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Hoo saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah. Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut.

Di Kota Semarang sendiri banyak dijumpai klenteng klenteng yag tersebar di sekitar pecinan maka tidak heran jika Semarang disebut juga sebagai Kota Seribu Kelenteng.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s