Brebes ada apa denganmu !


Hai petarung jalanan, suka touring lintas jalur utara ? Setelah melewati kota cirebon yang dikenal sebagai kota razia, kalian akan melewati kota yang terkenal dengan telor asin dan bawang merahnya.  Telor asin di Brebes sudah sangat terkenal dimana mana, meski beberapa kota sepanjang jalur Pantura seperti Indramayu juga memproduksi telor asin, namun rasanya akan sangat jauh berbeda, ini bukan promosi karena brebes kotaku , namun semua bisa dibuktikan. Apa bedanya ? Mudah kok untuk membedakannya, mau tahu ?

telor asin (2)

Telor asin Brebes

Namun kali ini saya tidak membahas telor asin, lain kali saya beberkan perbedaan telor asin Brebes dan Indramayu dari proses produksi sampai rasanya.Terus mau nulis apa ? Begini, sebetulnya saya sudah lama melihat dan mendengar tentang hal ini namun merasa malu untuk menuliskannya, tapi demi sebuah perbaikan atas nama Pembangunan, saya coba angkat juga rasa prihatin ini.

Belum lama ini saya pulang kampung ( disini cerita tentang kampung saya) , dan seperti kebiasaan saya setiap pulang ke Brebes tidak pernah lupa untuk mampir ke pojok alun alun kota Brebes, untuk menikmati makanan khas kupat glabed dan sate blengong -nya dan tidak lupa teh poci dengan gula batunya. Namun hal yang tak enak kemudian mengusik keasykan saya menikmati hangatnya teh poci, belum lama saya duduk satu persatu pengemis dan pengamen bergantian  hilir mudik, tidak ada 5 menit saya duduk sudah 6 pengemis yang bergantian datamg. Miris sangat miris,… ada apa dengan Kota ku ini ? Apakah sangat sempit lapangan pekerjaan di Kota Brebes ? Mana politikus yang suka gembar gemborkan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat ?

Mengenal Kota Brebes

Kabupaten Brebes terletak di bagian Utara paling Barat Provinsi Jawa Tengah,  dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa barat. Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes (Ngapak).  Namun terdapat Kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi  Kecamatan Salem,  Banjarharjo, dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa desa di Kecamatan  Losari,  Tanjung,  Kersana,  Ketanggungan dan Larangan  (Sumber : id.wikipedia.com).

Pengemis sebuah penyakit atau kemalasan

Kemiskinan adalah sebuah keadaan keterpurukan sosial dimana masyarakat tidak mendapatkan sebuah hak mereka untuk hidup dari pemerintah. Karl marx adalah sosok yang membentuk, merangkul kaum buruh untuk bersatu memperjuangkan hidup dan menentang system kelas yang membuat kaum buruh semakin tertindas.

pengemis (2)

Disini kita sebagai manusia, makhluk sosial juga merasakan sebuah kesenjangan sosial disekitar kita, kemiskinan! Begitu banyak orang-orang yang duduk termangu di pinggir jalan,  menengadahkan tangan disetiap kali orang berlalu-lalang dihadapan mereka, jika dulu pengemis banyak dengan kondisi fisik yang rentan, namun mengemis sekarang sudah bisa menjadi sebuah profesi atau bentuk kemalasan berusaha bagi segelintir orang. Bekerja “mengemis” bukan hanya  untuk sesuap nasi, semua adalah kondisi sosial yang patut kita pikirkan dan harus kita entaskan.

Akhir-akhir ini, pengemis tidak lagi berpenampilan tidak rapih, rambutnya tidak terawat, wajahnya kusam, pakaiannya serba kumal atau robek-robek,. Justru mereka berpakaian rapi, memakai jas berdasi dan sepatu, bahkan kendaraannya pun lumayan bagus.  Yang lebih mengherankan lagi sebagian orang bersemangat mencari sumbangan atau bantuan dana demi memperkaya diri dan keluarganya dengan cara membuat proposal-proposal untuk kegiatan tertentu yang memang ada faktanya ataupun tidak ada, akan tetapi setelah memperoleh dana, mereka tidak menyalurkan sebagaimana mestinya, tetapi justru digunakan untuk kepentingannya sendiri.

Menengok kampung pengemis di Brebes

Ini bukan dongeng sebelum tidur apalagi cerita klasik jaman dahulu, sudah sangat santer diberitakan tentang adanya Desa pengemis di Kota Brebes Jawa Tengah. Julukan ‘Desa Pengemis’ untuk desa ini bukan tanpa alasan, julukan ini diberikan karena sebagian besar penduduk desa ini merantau ke Ibukota Jakarta untuk menjadi pengemis.

Sebuah fenomena krisis sosial ditengah peradaban yang serba modern. Berdalih tidak ada lahan pekerjaan di kampung halamannya dan minimnya ketrampilan yang dimiliki, menjadikan ratusan warga Desa Grinting Kabupaten Brebes, lebih memilih menjadi seorang pengemis. Masyarakat kampung ini lebih senang memilih bekerja sebagai pengemis jalanan di kota-kota besar untuk meraup rejekinya.

Pekerjaan yang oleh pemerintah disebut penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS ini banyak digemari dan diminati warga desa tersebut, ketimbang mereka memilih bekerja sebagai kuli bangunan, penarik becak, kuli panggul beras, dan ribuan kerjaan lainnya yang halal dan masih sangat banyak tersedia di Kabupaten Brebes. Mereka lebih suka dengan cara yang praktis dan menjijikan. Bahkan, pekerjaan mengemis ini sudah mendarah daging sampai ke anak cucu, bahkan mungkin sampai ke cicit mereka.

Banyak cara yang biasa mereka lakukan dalam melakoni aktifitas sebagai pengemis, seperti membawa anak kecil atau bahkan, sampai meminta uang berdalih untuk infak masjid atau yayasan.

Lalu kemana peran serta pemerintah dalam masalah  ini ?

Dari obrolan dari rekan rekan saya,  krisis sosial yang ada  ini tak mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah daerah, bahkan Pemkab Brebes terkesan ‘tutup mata’ dengan adanya fenomena ini.

Ahhh kotaku yang indah, Ada apa denganmu ?

Kaligua (2)

Kali Goa Brebes yang indah potensi wisata yang potensial

 

 

Iklan

4 thoughts on “Brebes ada apa denganmu !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s