Camping murah ala anak pantai (Semak Daun)


Bangun pagi sinar mentari hangat di hati
seiring Bob Marley nyanyikan lagu cinta
Aku belum mandi dan gosok gigi,aku sudah di air
Dengan segelas kopi kupandang lautan lepas (Anak Pantai)

Siapa tidak kenal lagu berirama reggae anak pantai dengan irama ceria menggambarkan betapa anak pantai hidup tanpa beban, bebas lepas memandang lautan biru. Lagu tersebut sangat  ironi dengan kehidupan yang banyak dijalani orang orang perkotaan terutama seperti kota jakarta, tentunya berlibur ke pantai menjadi solusi kepenatan hidup.

Baca : Mantai cantik buat camping asyk di Kepulauan Seribu 

Baca : Tips Camping Asyk Di Semak Daun

Menghabiskan akhir pekan kali ini saya mencoba moda transportasi laut kapal perintis yang melayani rute kepulauan seribu, KM SABUK NUSANTARA 46 , tujuan kali ini adalah menikmati pantai sembari camping  dipulau karya, setelah berselancar mencari info memang pulau karya ini sepertinya rekomended untuk camping santai sembari mantai. Setelah Kapal peritis bersandar, saya mulai menyusuri Pulau Pramuka untuk mencari pengganjal perut karena perut mulai lapar,  tentunya sembari mencari informasi Kapal yang bisa membawa ke pulau karya, dari info mbah google memang ada kapal ojek dengan tarif Rp 4000,-.

IMG_5570

Perahu nelayan yang disewakan atau di ojekin banyak berada di dermaga pulau pramuka

Baca : Sabuk Nusantara 46 Penyambung Pulau pelepas penat

Tidak susah mencari info kapal ojek, dari ibu warung penjual gorengan kami dikasih tahu untuk ke dermaga utama yang letaknya sebelah kiri dermaga ketika kami keluar dari kapal perintis. Seperti layaknya gula yang manis, semut pun akan datang memakannya, ternyata ada nelayan yang paham kalau kami perlu tumpangan, dan menawarkan perahunya untuk mengantarkan kami jika mau camping di semak daun, namun karea memang niatanya di Pulau karya ya tidak kami ladenin, harga yang ditawarkan sewa perahu Rp 250.000,- pulang pergi dan kalau mau snorkeling jadi Rp 300.000,-, kalau rombongan sewa kapal berkisar Rp 500.000 – Rp 600.000,- belum termasuk sewa alat snorkeling seharga Rp 35.000/ set.

 

Akhirnya sampailah saya di pulau karya dengan menumpang perahu ojek, saat turun dari dermaga yang ada di depan kantor polisi pulau ini memang sudah terlihat sepi hanya terlihat beberapa ibu ibu edang mencuci baju dan sepasang sejoli sedang berbincang di pinggiran pantai. Sesuai info yang didapat, camping sebaiknya sebelah timur pulau karena sebelah barat adalah TPU namun di timur juga ada makam keramat …. iihhh serem, ya dan pada akhirnya saya mencoba meyusuri pulau karya mencari lokasi yang enak buat camping, namun apalah dikata ternyata tidak ada teman yang camping di pulau ini, dan diputuskan pindah pulau ke semak daun.

Bersyukur sebelumnya saya sudah mencatat no handphone perahu ojek dan tawar menawar untuk menjemput kami, disepakati harga Rp 250.000,- pulang pergi ke semak daun serta bonus ikutan snorkeling + peralatannya.

 

Setelah puas menikmati senja di perahu dan snorkeling, menjelang maghrib sampailah kami di Pulau Semak daun, disini sudah banyak yang mendirikan tenda kurang lebih ada 20 tenda sudah berdiri. Sebagai tamu yang baik tentu kita harus ikuti prosedur lapor diri meski kalau nakal sebetulnya bisa saja karena memang tidak ada pengecekan jumlah angggota yang ikut tenda,  namun melihat bersihnya pulau sebetulnya Rp 35.000,- / orang yang kita bayarkan tidaklah mahal dan juga tersedianya tempat mandi dan buang air tidak ketinggalan penerangan listrik sudah ada disini.

IMG_56112

Namun tentunya bersihnya pulau tidak akan ada arti jika kita sendiri tidak mau menjaga kebersihan pulaunya, membuang sisa masakan sembarangan tentu akan merusak keindahan pulau semak daun, orang orang seperti ini layaknya dicekal tidak boleh nenda lagi di semak daun.

 

 

Menikmati panorama malam diluar tenda tidur beratapkan langit beralaskan bumi memberikan romansa tersendiri, suasana nyaman dan tentram kita rasakan, kejenuhan pekerjaan serasa terbuang tergantikan dengan kesegaran alam. Dengan menyaksikan kerlip bintang dilangit, meski rembulan nampaklah malu malu memperlihatkan kecantikannya. Selayaknya hidup tak selamanya selalu merasakan keindahan, menjelang tengah malam langit terlihat mulai tidak ramah dengan memberikan tetesan air kehidupannya disertai bayu yang menderu. Hujan dan angin memecah kesunyian pulau semak daun, namun semua itu tak terasa menakutkan malah makin menambah romantika camping di pulau seribu.

Esoknya saya berharap bisa melihat kemolekan sunrise namun apalah daya, gerimis ternyaata masih saja setia menemani kemalasan minggu pagi dan ufuk timur masih terlihat gelap, sepertinya jakarta diguyur hujan deras.

IMG_8137

Sembari menunggu dijemput perahu, tidak lupa untuk bergaya dan memotret keindahan alam pulau semak daun, karena liburan akan segera usai dan esok kembali aktifitas kerja sudah menanti.

Mahalkah camping di Pulau Semak daun ? kita kalkulasi ya, Tiket Kapal pelni Rp 15.000,- / orang, sewa perahu  Rp 250.000,- (pulang pergi) ini bisa untuk 4 – 6 orang, dan retribusi pulau semak daun Rp 35.000,- jadi total pengeluaran Rp 300.000.- coba jika kita ramai ramai, misalkan 4 orang, biaya kapal dibagi menjadi Rp 62.500,- / orang (pulang pergi) jadi kita hanya menghabiskan Rp 127.500,- / orang. Murahkan camping di Pulau semak daun, murah bukan berarti murahan loh ………. Yuk kita camping disini lagi

Iklan

16 thoughts on “Camping murah ala anak pantai (Semak Daun)

  1. Aditya Akbar berkata:

    gan total ongkos kapal saja dari muara angke ke pulau semak daun berapa ya ?
    dan kalo pake kapal ojek (gk nyewa kapal nelayan) apa bisa ? trus jadwal kapal dari pulau semak daun ke pulau pramuka gimana ?
    rutenya dong gan dari muara angke ke pulau semak daun

    Suka

    • thoriqalfatah berkata:

      Untuk Kapal dari Angke ke Pulau Pramuka itu tarif rata rata Rp 45.000,- Kapal umumnya berangkat pagi mulai jam 6 – 9 pagi, banyak pilihan kapal di Pelabuhan Angke, klo mau suasana berbeda bisa naik Kapal Pelni tarif Rp 6.000,- dari Pelabuhan Sunda Kelapa.
      Dari Pramuka ke semak daun tidak ada kapal ojek resmi, tapi sebetulnya kita bisa bareng2 sama Rombongan lain dengan sharecost biaya sewa Kapal. Bakal banyak ditemukan di Pramuka yg nyari barengan ke semak daun

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s