Kidung kangen taman laut Kangean


Ghufranaka Ya Rabb.. Segala kejadian telah Allah atur dengan sebaik baik rencana, dengan semurni murni cinta. Allah anugrahkan hikmah pada setiap kejadian, bagi hambaNya yang berfikir

peta

Sejajar dengan Pulau Bali, disinilah letak Pulau Kangean berada

Hai petarung jalanan, pernah dengar Pulau Madura, itu loh yang orang orangnya kalau jualan suka teriak teee, sateeee …. iya sering kali kita mendengar penjual sate keliling dan lebih banyak pedagang dari Madura. Setiap manusia pasti mempunyai cerita tersendiri yang amat bermakna dan berkesan bagi dirinya tentunya dalam upaya untuk melihat perjalanan hidupnya dan mencerahkan pandangan. Detik yang menjadi menit, meter yang menjadi kilo, adalah sebuah proses yang dinamai kepergian dan liburan. Apa yang terjadi dari suatu perjalanan itu, entahlah saya tidak bisa menamakannya, karena  yang kutahu banyak cerita terjadi di dalamnya.

Life is a series of destinations

Perjalanan kereta yang kemudian dilanjutkan dengan naik bus ditemani oleh rintik hujan dan juga terik matahari, merasakan suhu yang berubah rubah dari dingin kemudian panas, berjalan kaki menyusuri trotoar dan semak belukar; menemui fajar dan senja di tempat yang berbeda, kita menamainya perjalanan mencari bahagia. Meskipun, ini sementara karena pada akhirnya saya akan merindukan rumah, tempat kita bahagia tanpa harus mencari.

madura

Narsis di depan tugu kebanggan wong sumenep

Entah bisikan apa yang merasuki pikiran saya saat itu, ketika akhirnya memutuskan untuk  menjelajah Pulau madura, dimana dulu saya sering mengalami hal tidak enak dengan orang orang Madura. Semua pasti mengenal bagaimana typikal orang Madura yang terkenal keras dan pemarah. Bagi yang pernah merasakan era 90an di sekitaran Taman Monumen Nasional passti pernah merasakan ribut dengan pedagang pedagang yang berkeliaran  menjajakan makanan dan minuman sekitar taman. Bukan rahasia lagi jika harga yang mereka patok itu sesuka mereka, yang ujungnya harus berantem atau mengalah mengeluarkan kocek lebih dari seharusnya. Ahhhh itu juga cerita perjalanan hidup.

Matahari belumlah terlihat dari ufuk timur, bahkan ufuk merah masih terlihat tipis di ujung cakrawala, namun geliat Pelabuhan Kalianget sudah mulai terlihat ramai dengan penumpang yang hendak menyeberang Pulau. Pelabuhan yang masih berada di wilayah Sumenep ini merupakan pelabuhan tertua setelah pelabuhan Kertasada. Letak Pelabuhan Kalianget berada pada arah Timur dari Kota Sumenep. Pelabuhan ini dibangun oleh pemerintahan Kompeni Belanda atau VOC pada masa Pemerintahan Raja Raden Bugan (Kanjeng Temenggung Aryo Yudinegoro) tahun 1664-1672 M. Begitu awal cerita dari seorang Bapak yang saya temui di sebuah warung kopi di dalam pelabuhan, yang akhirnya nantinya membawa saya ke sebuah Pulau yang membutuhkan 5 jam perjalanan dengan memakai kapal cepat.

kalianget1

Pelabuhan Kalianget Madura

Aroma kopi hitam yang saya pesan dari warung kopi begitu terasa nikmat, sangat harum meski hanya diracik tukang warung pinggir pelabuhan, entah karena terbawa suasana pagi yang terasa berbeda dengan berada di suatu tempat yang sangat tidak disangka saya akhirnya kesini juga, ditambah dengan pisang goreng yang terasa manis.  Dan tinggal seperempat cangkir saja kopi tersisa, ketika saya mendengar sebuah sapaan selamat pagi dari seorang Bapak dengan pakaian olahraga dan sepatu bermerk memakai sepeda gunung yang juga bermerk, jika di lihat dari apa yang dipakainya saya menduga beliau bukanlah orang kebanyakan, pasti mempunyai tingkat sosial yang lebih.

Setelah proses basa basi perkenalan, beliaupun rupanya sangat hafal dengan sejarah Pulau Madura, dimana sebelum abad 18 Madura ini terbagi dalam beberapa Kerajaan yang saling bertikai, di antaranya kerajaan-kerajaan tersebut adalah Arosbaya, Blega, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Yang akhirnya dengan dipersatukan dalam supremasi kerajaan Jawa antara tahun 1100 – 1700 dipengaruhi oleh agama hindu yang selanjutnya beralih dalam kekuasaaan kerajaan Islam demak dan Surabaya.

Salah satu cerita menarik beliau adalah sebuah Pulau yang berada di ujung timur Pulau Madura dan berada sebelah utara Pulau Bali. Sebuah Pulau yang yang konon jaman dulu merupakan pulau buangan orang orang terhukum, namun mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah dan subur.  Selain kekayaan dalam bidang migas, kangean juga merupakan tempat yang indah, cocok untuk industri pariwisata masa depan, bukan hanya di daratan, namun juga dilautan, terumbu karang di laut pulau kangean sangat menakjubkan, lautnya yang bening sehingga bisa melihat ikan dan terumbu karang dari permukaan laut membuat keindahan laut kangean semakin mempesona, begitu sekilas cerita yang belakangan saya mengetahui beliau adalah salah satu anggota DPRD madura.

Namun kekayaan yang dimiliki kangean khususnya bidang migas tidak berdampak secara langsung bagi masyarakat kangean, sampai sekarang masyarakat kangean masih menjadi nelayan kecil-kecilan dan banyak yang menjadi TKI untuk melangsungkan hidup. meskipun menurut berbagai informasi pertumbuhan ekonomi di kangean diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Life is a journey, not a destination

Pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari, dan memilih, dan kamu tak tahu kapan harus pulang

—- quote

Entah hipnotis apa yang akhirnya saya memutuskan pergi ke daerah yang entah dimana letak dan kondisinya, bernama Kangean ini. Sebuah pulau yang jujur saja, saya juga baru tahu saat itu kalau letaknya ternyata [masih] di kabupaten Sumenep, Madura.  Setelah mendengar ceita tentang sejarah dan keindahan kangean dan mempertimbangkan serta melihat jadwal kapal yang akan berangkat dan kembalinya maka saya melakukan perjalanan militan ke Kangean.

Hal yang tidak lupa saya tanyakan kepada beliau adalah, kemungkinan disana ada ATM untuk saya bisa menarik uang sebagai biaya untuk kembali pulang karena, saat itu uang cash yang ada dikantong cuma pas pasan untuk membeli tiket berangkat saja sebesar Rp 150.000,- dan tersisa Rp 20.000,- itupun pecahan lima ribuan dan dua ribuan. Dengan meyakinkan beliau menyatakan disana ada Bank Jatim, tentunya itu sudah melegakan hati untuk bisa berpetualanag disana nantinya.

Mungkin inilah petualangan gila pertama yang saya lakukan dengan persiapan yang sangat minim, terutama persedian uang cash, apalagi ke lokasi yang bisa dipeta pulau ini tidak terlihat, tapi inilah sebuah petualangan pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari, dan memilih, dan kamu tak tahu kapan harus pulang.

Dengan percaya diri akhrnya saya menaiki kapal cepat EXPRESS BAHARI kelas ekonomi, karena memang mampunya cuma bisa beli kelas ekonomi tapi tak mengapa karena inilah petualangan lagipula saya tidak sendirian, malah lebih banyak penumpang ambil kelas ekonomi karena disini kita bisa duduk di buritan kapal sembari menikmati hempasan angin laut, dan disini juga suasana lebih memasyarakat karena sesama penumpang bisa saling bercerita tentang semua.Hingga akhirnya saya berbincang dengan  sosok yang terlihat berwibawa meski dibalut dengan pakaian sangat sederhana.

Beliaupun sangat fasih menceritakan Pulau Kangean, —  yang akhirnya saya tahu beliau adalah putra asli dari pulau kangean, lulusan ITS Surabaya dan sekarang kembali ke Kangean untuk membangun Pulau Kangean. Beliaupun pernah melakukan penelitian tentang sejarah Pulau Kangean, ini saya ketahui setelah ditunjukan langsung  buku yang sangat tebal berisi data riset dirumahnya.

Pulau Kangean pada Zaman Majapahit disebut Galiyao. Di pulau itu pada saat itu sudah ditempatkan seorang Adipati, semula tempat tersebit adalah pembuangan bagi orang orang yang mendapat hukuman berat dari Raja. Tetapi kerena tanahnya subur (sawah, ladang) dan banyaknya penghasilan yang didapat dari lautan (ikan) beserta hasil hutannya maka lambat laun pulau itu menjadi pusat perdagangan serta banyak orang dari Sumenep dan dari daerah lain yang menetap di Kangean.

Sekelumit kisah sejarah Kangean saya dapatkan selama diperjalanan kapal, tentunya merupakan tambahan pengetahuan sejarah yang sangat berarti bagi saya apalagi langsung melalui orang orang yang sangat berkompeten dengan melakukan penelitian di daerahnya sendiri. itulah the journey

Berpetualanglah, sesuatu yang baru menunggu untuk kita temukan”

 It’s more than just beautiful

p mamburit

Pulau Mamburit dengan hamparan pasir putih

Dari perkenalan dan obrolan di dalam kapal akhirnya ada hal yang membuat saya harus spot jantung, mungkin benar kata pepatah untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak tidak semua harapan kita bisa sesuai dengan rencana. Pulau kangean adalah pulau yang masih jauh dari yang namanya modern, sehingga listrik pun hanya ada pada malam hari dengan menggunakan tenaga diesel, sehingga sangat muskil mesin ATM bisa ada di Pulau Kangean.  Dari suasana gembira setelah mendengar kisah kisah sejarah Pulau Kangean, suasana menjadi mencekam karena takut tidak akan bisa kembali karena tidak ada uang cash untuk membeli tiket pulang. Namun apapun yang terjadi ya terjadilah, sebuah perjalanan sudah terjadi, biarkan semua berjalan sesuai kehendak Sang Maha Berkehendak, kita manusia tinggal menjalani suratan takdir.

Peribahasa Arab mengatakan, Our heart wants, Allah wills.” Begitulah hidup. Seindah apa pun rencana yang telah kita harapkan, tetap saja Allah-lah yang berkehendak. Manusia tidak akan memiliki daya untuk mengatur takdir, selain mengusahakan yang terbaik.

Saya teringat sebuah perumpamaan yang dikatakan oleh seseorang.
Kita bagaikan anak kecil yang sedang lincah-lincahnya bermain. Sesuka hati berlarian, mencari apa pun yang kita sukai. Saat kita sedang gembira-gembiranya, tiba-tiba ada yang mendorong kita hingga terjatuh, membuat luka pada lutut dan tangan kita. Kita merasakan perih dan marah, mengapa kita harus dibuat terluka seperti ini. Namun ternyata kita tidak tahu, beberapa langkah di hadapan kita, sebuah truk sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Kita memang terluka untuk sementara, namun nyawa kita telah terselamatkan. Seperti itulah takdir bekerja.

Dari tidak mempunyai uang untuk beli tiket kembalilah akhirnya, Allah menunjukan bahwa Dia Maha Berkehendak, dengan membukakan hati hambaNya untuk bersilaturahmi dan mendapatkan sesuatu hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Atas kebaikan, Hamba Allah akhirnya saya di terima sebagai ‘Raja” dirumahnya karena sambutan yang saya dapatkan diluar ekspektasi saya, ternyata orang Madura itu sangat baik hati dan memanjakan tamu yang datang ke rumahnya. Dari beliaulah akhirnya saya diperkenalkan dengan anak didiknya yang menjadi nelayan, kemudian mengajak saya berkeliling menggunakan perahunya menyusuri pulau dan pantai sekitar Pelabuhan.

mamburit2

Salah satunya adalah Pulau Mamburit, sebuah pulau yang menjadi pengawal di pintu masuk ke pulau Kangean. Kalau kapal motor yang datang dan pergi akan merapat di dermaga pelabuhan Batuguluk, disebelah kiri akan terlihat pulau Mamburit itu, pantainya putih dan bersih.  Di pulau Mamburit ada panorama Bahari, kebun laut yang dinamakan orang “Sea Garden of Mamburit”.

anak pulau4

Anak Pulau Mamburit bercengkrama diatas air laut yang terlihat bening

 

Keesokan harinya saya kembali diajak berkeliling ke bagian utara Pulau Kangean, ke sebuah lokasi Sumber air yang menghidupi Pulau Kangean. Disini terdapat taman pemandian Jelgung yang terletak di pantai utara. Disini merupakan taman pemandian bertemunya air laut dengan air tawar.

air tawar dan asin1

Pantai disekitar pemandian Jelgung, disinilah bertemunya air tawar dan air asin

Dari pemandian jelgung saya kemudian diajak melihat keramaian masyarakat setempat dalam suatu festival adat. Disini  banyak hal yang menarik, selain kerapan kerbau yang disebut ‘mam ajir” dengan iringan 10 ekor kuda ketika berpacu, olah raga gelut (okol Mad, gellok kata orang Kangean), pangkak (nyanyi dan tari satu regu kaum pria), Srikandi menunggang kuda bersama tunangan sehabis panen dan lain-lain, semuanya akan mempunyai daya tarik tersendiri dan  semua itu adalah khas Pulau Kangean.

Iklan

One thought on “Kidung kangen taman laut Kangean

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s