Menunggu hari kemenangan 


​Beberapa hari menuju hari kemenangan, dimana tawa bahagia akan berotasi sepanjang hari.

Di hari-hari terakhir Ramadhan ini, saya cukup khawatir. Sebab pengalaman Ramadhan kemarin, urusan pekerjaan dan perjalanan menguapkan kebiasaan-kebiasaan yang ada di Bulan Ramadhan. Menguapkan target pascaramadhan yang telah diancang. Peperangan antara kebaikan vs keburukan dalam diri sendiri selalu terjadi. Akumulasi itulah yang akan terhisab dan menghasilkan keputusan, menjadi pemenang dan bertemu denganNya atau sebaliknya. 

Jikalah Ramadhan tidak membuahkan apapun, tidak menyisakan bekas apapun pada diri, tidak menjadikan lebih baik diri kita, sungguh kita adalah perugi. 

Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa shiyamana wa ruku’ana wa sujudana wa qu’udana wa tadharru’ana wa takhasysyu’ana wa ta’abbudana wa tammim taqshirana ya Allah ya rabbal alamin.

“Ya Allah, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, sujud kami, duduk rabah kami, kerendahdirian kami, kekhusyukan kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama kami menunaikan shala Ya Allah, Tuhan seru sekalian alam

Selamat menunggu detik-detik kemenangan, jangan lupa dahulukan orang tua sebelum meminta maaf kepada yang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s