Menelusuri jejak Pulau Hantu Brebes


Gerimis turun rintik rintik, suasana kampung terlihat sangat sepi tidak seorang pun terlihat diteras rumah ataupun di pos ronda, dengan tetap bersemangat pedagang bakso itu terus saja berkeliling kampung, berharap ada warga yang butuh penghangat perut dengan membeli bakso dagangannya.  Waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WIB namun belum semangkok baksopun terjual, lelah tubuh mulai dia rasakan, dan untuk melepas lelah Kartono berhenti di bawah pohon randu (kapas) yang di sampingnya terdapat tiang dan lampu listrik sebagai penerangan jalan.
 Sambil melepas lelah Kartono memukul mangkok bakso berharap ada warga yang mendengar dentingan mangkok dan mengundang rasa lapar warga sekitar. Satu menit dua menit hingga sepuluh menit berlalu namun masih tak ada seorang pun yang terlihat keluar rumah untuk menghampirinya.

“Ya sudah lah mungkin malam ini memang bukan rejekiku” gumam Kartono dalam hati. Kemudian Kartono mendorong kembali gerobaknya, namun belum dia beranjak selangkah secara tiba-tiba terdengar olehnya suara angin gemuruh dari arah berlawanan dan seolah menerpa sekeliling tempat dia berhenti. Anehnya meskipun terdengar suara angin kencang, ranting pepohonan termasuk daun pohon randu di sampingnya tak terlihat bergerak.

Paket wisata kuiner Pulau hantu
Paket wisata kuiner Pulau hantu

Dan lampu penerang jalan yang berada di samping pohon randu mati secara mendadak. Dengan reflek Kartono menengadahkan mukanya ke atas seolah mencari apa gerangan yang membuat lampu di hadapanya mati.

Saat ia menengadahkan wajahnya itulah terlihat sosok hantu nyata berpakaian putih yang sedang duduk di atas ranting pohon randu tepat di atasnya berdiri.

Baca juga : Amuk murka penunggu Pulau Sempu


Perahu yang kami tumpangi mulai melaju menelusuri aliran sungai Tanyep yang diapit oleh pohon mangrove, suasana begitu temaram, bau amis terasa menusuk hidung desir angin tidak kami rasakan sehingga membuat gerah dan keringat mulai membasahi kaos yang saya kenakan.

Sungai Tayep dan Mangrove
Menelusuri Sungai Tanyep menuju Pulau Hantu

Pemandangan hijau hutan mangrove yang asri terasa menyejukan mata sehingga mampu mengusir gerah yang saya rasakan. Perahu masih melaju menelusuri Sungai Tanyep Sigempol yang dari dahulu memang sudah dikenal sebagai kawasan ber – hantu. Banyak cerita cerita seram beredar dari mulut ke mulut mengenai kawasan yang menjadi idola bagi para pemancing ini. Iya sungai Tanyep hampir setiap hari tidak pernah sepi dari para pemancing bukan hanya dari wilayah Brebes bahkan pemancing juga datang dari luar Kota.

Baca juga : Brebes ada apa denganmu !

Rangon Sungai Tayep Sigempol
Rangon Sungai Tayep Sigempol

Namun keseraman Sungai Tanyep tidak menjadi halangan untuk mengais rejeki melalui joran joran pancing, buktinya sepanjang tepian Sungai Tanyep kita akan menjumpai rangon rangon yang disediakan agar pemancinng merasa nyaman menanti kail pancingnya dimakan ikan. Iya, jika kita bernasib baik disini bisa mendapatkan ikan kakap putih atau bawal.

Wisata Kuliner di Pulau Hantu.jpg

Cerita seram Sungai Tanyep, rupanya ditangkap menjadi sebuah peluang menguntungkan oleh warga untuk dijadikan peluang usaha dengann menjadikan kawasan yang terkenal angker dikemas menjadi paket wisata dengan nama Kawasan Wisata Pulau Hantu. Wisata yang memadukan wisata kuliner dengan wisata alam dengan menelusuri hutan mangrove kawasan hantu di muara sungai Tanyep, tentu tak terbayangkan oleh kita bagaimana rasanya menikmati kepiting sambil melihat hantu.

Lalu hantu apa saja yang bisa kita lihat disini ? Seperti manusia yang hidup berkelompok menurut golongannya, hantu hantu disini juga berkelompok dalam zonanya masing masing. Pulau Hantu menawarkan 4 zona kawasan wisata horor yaitu Kawasan Kekuasaan Buaya Putih, Kawasan Semburan Hantu Banaspati (Petilasan), Kawasan Kekuasaan Hantu Kuntilanak dan Kawasan Kekuasaan Blekecempong (Genderuwo).

Zona mangrove Pulau Hantu
Zona mangrove Pulau Hantu

Tentunya masing masing kawasan mempunyai keseraman sendiri sendiri, Seperti kawasan Buaya Putih disitu sering terjadi penampakan buaya putih. Buaya putih dikenal masyarakat sebagai buaya siluman. Yang tidak kalah menyeramkan juga dalah Kawasanan kekuasaan Hantu Kuntilanak dan Blekecempon, disini kita bisa melihat hantu yang sering menjadi tokoh tokoh dalam film. dan tidak kalah menariknya bagi para pencari jodoh adalah kawasan semburan hantu Banaspati, kawasan ini malah dicari karena semburan Hantu Banaspati konon bisa untuk mengalap berkah minta jodoh.

“Legendanya memang seperti itu, apakah kita percaya atau tidak semuanya di kembalikan lagi kepada diri kita masing-masing. Bagaimanapun hantu itu makhluk yang kasat mata, tidak semua orang bisa melihatnya, namun ada juga pengunjung yang melihat penampakan itu, apalagi pengunjung yang punya tujuan tidak baik. Tapi nilai lebih dari semua itu adalah berkah buat kami masyarakat Desa Sigempol, karena disekitar daerah itu ikannya besar-besar, sehingga sepanjang Sungai Tayep banyak didirikan Rangon (tempat pemancingan) dan warung kopi, agar memancing lebih nyaman, cukup dengan membeli kopi dan parkir di warung pemilik rangon kita sudah bisa menyalurkan hobi memancing.

Nah anda tertarik untuk berpetualang menelusuri Pulau Hantu ?

Baca juga : Jejak Majapahit di Brebes

Iklan

9 thoughts on “Menelusuri jejak Pulau Hantu Brebes”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s