Pulau cemara

Ekspedisi Bajaj : Rayuan Pulau Cemara Brebes


Udara terasa panas dan angin seakan enggan mengusir gerah yang saya rasakan, namun anak anak kecil masih saja asyk bermain pasir dan ombak seakan tidak merasakan sengatan matahari. Siang itu saya bersama keluarga sedang silaturahmi ke Pantai Randusanga Indah Brebes, yang beberapa tahun ini menjadi idola masyarakat Brebes untuk menikmati pantai. Tradisi berlibur atau jalan jalan di keluarga saya usai lebaran sebetulnya tidak ada namun karena ada salah satu saudara yang usahanya di lokasi wisata ini, akhirnya kita yang mengalah untuk datang sekaligus menikmati pantai.

Silaturahmi Keluarga sambil menikmati pantai

Pantai Randusanga Indah ini menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang rame dikunjungi di Brebes selain Wisata Pulau Cemara, Wisata Pulau Hantu juga Wisata Hutan Mangrove yang sedang ngehitz.

Baca juga : Menenlusuri Jejak Pulau Hantu

Duduk dibalai menikmati gado gado sambil memandang pantai tentunya menghanyutkan pikiran pada kenangan kenangan lalu. Sesaat sedang asyk melamun, handphone berbunyi, ” Assalamu alaikum, sedang dimana ?” ‘ Waalaikum salam, sedang di Pantai Randusanga” ” Sudah main ke pasir putih, disana bagus loh banyak juga pohon cemaranya cuma kalau mau kesana lebih baik sebelum jam 11 siang karena lokasinya dibatasi hanya 500 pengunjung”.

Pasir putih, pohon cemara dan dibatasinya pengunjung hanya 500 orang itulah yang menjadikanya saya penasaran, lokasi apa ini dan dimana ? Jika memang lokasi wisata kenapa harus dibatasi ? Banyak pertanyaan berkecamuk di otak, dari pada penasaran lebih baik nanya deh. ‘Bas, memang ada ya pantai pasir putih disini ?’ Sambil ngulek gado gado saudara saya yang dulunya juara karaoke antar kampung ini jawab “Itu loh di Kalilingi yang mau ke Sawojajar, disitu sekarang jadi Wisata Hutan Mangrove dan kalau lagi beruntung bisa ke Pulau Pasir Putih, tapi kalau kesana memang lebih baik pagi sebelum jam 11 karena dibatasi pengunjungnya, karena pulau ini akan tenggelam saat rob”.

Jadi Pulau Pasir Putih ini ternyata akaan menghilang saat rob yang biasanya akan terjadi mulai pukul 15,00  kurang lebih lah.

Duduk manis menikmati gado gado

Sebagai orang yang lahir di Brebes dan suka kelayapan di Sawojajar bahkan jika berburu burung saja saya selalu disana tentunya keberadaan wisata tersebut membuat saya penasaran. Sejak kapan ada wisata dan pulau itu ?

“Sungguh mati aku jadi penasaran, sampai matipun akan ku perjuangkan” dan mang Haji Oma Irama pun berdendang penasaran, tapi ga sampai harus mati kok dengan rasa penasaran ini. Dan biar ga penasaran, akhirnya ngajak kakak ipar buat kesana tentunya petualangan ekspedisi Bajaj akan dimulai lagi.

Namun apalah kita ini, manusia berencana Tuhan pula yang menentukan, rencana sudah disusun tapi semua harus ditunda karena Ibu, tiba tiba kondisi nya ngedrop dan harus dibawa ke rumah sakit.

Alhamdulillah, keesokan harinya kondisi Ibu membaik dan karena memang hari itu saya juga mau silaturahmi saudara di Sawojajar. Yeee akhirnya kita bisa ekspedisi pakai Bajaj lagi, oh ya sebelum ini saya juga sudah pakai Bajaj buat keliling Tegal sampai Cilacap, untuk yang ini cerita nya belakangan saja.

Bajaj yang siap mengantarkan saya berkeliling Brebes
Bajaj yang siap mengantarkan saya berkeliling Brebes

Bajaj pun mulai melaju menyusuri jalan aspal perkampungan, sambil celingak celinguk saya mengingat kembali memori jalanan yang dilewati, semua berubah total dan sebagian besar saya tidak ingat lagi ada dimana. Dalam perjalanan sempat melihat insiden motor yang mengalami kecelakaan tunggal, seperti nya yang bawa ngantuk beruntung kang Bajaj sigap dan berhenti beberapa meter dari kejadian.

wp-1499494584453.
Insiden kecelakaan tunggal

Kembali kami melanjutkan perjalanan menyusuri Desa Pesantunan – Dumeling dan akhirnya sampailah kami di Sawojajar. Sempat ragu tentang arah karena yang kami tuju sebetulnya adalah Pulau Pasir Putih semestinya kita tidak harus mencapai Desa Sawojajar namun karena sudah terlanjur akhirnya kami memutuskan langsung Ke Pulau Cemara.

Setelah jembatan Desa Sawojajar atau Pasar Sawojajar langsung saja belok kiri, menuju arah perumnas Desa Sawojajar, banyak petunjuk arah yang akan memandu perjalanan kita menuju Pulau Cemara ini. Setelah melalui beberapa belokan akhirnya sampai di hamparan Tambak. Loh kok sampai tambak ? Iya, untuk menuju Pulau Cemara ini kita akan menelusuri jalanan tanah yang jika hujan akan becek, tentunya setelah kendaraan Bajaj di parki dulu dilokasi yang telag disediakan pengurus wisata.

Dan petualangan menuju keindahan Pulau Cemara pun dimulai …. baca ya selanjutnya di Pulau Cemara, Keindahan pesisir utara Brebes.

 

Aja kapok

Iklan

2 thoughts on “Ekspedisi Bajaj : Rayuan Pulau Cemara Brebes”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s