Bajaj roda empat pengganti bemo

Menjajal Bajaj roda 4 di jalanan Jakarta


Jakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku etnik, budaya dan agama juga sebagai pusat bisnis tentunya sangat kompleks dalam permasalahan transpostasi. Pesatnya perkembangan penduduk DKI Jakarta dengan pertumbuhan urbanisasi semakin menambah masalah mobilitas perkotaan. Ketidakseimbangan antara infrastruktur publik yang tersedia dengan jumlah penduduk membutuhkannya menyebabkan kurangnya pelayanan kota termasuk dalam sektor transportasi.

Macet jalanan jakarta
Macet jalanan jakarta

Permasalahan transportasi memang bukan masalah yang mudah untuk diselesaikan, tetapi tidak mustahil jika pemerintah bersama semua elemen masyarakat bersama membenahi persoalana pelik ini. Kemacetan merupakan permasalah utama yang dihadi oleh trasnpostasi darat, mengingat panjang dan lebar jalan tidak mampu menampung volume kendaraan. Jumlah kendaraan pribadi yang semakin meningkat, merupakan imbas dari trasnpostasi public yang dirasa kurang cukup untuk menampung penggunanya.

Baca : Ekspedisi Bajaj : Rayuan Pulau Cemara Brebes

Beragam moda trasnportasi mulai dibenahi, baik moda transportasi jarak jauh seperti pembangunan MRT, peningkatan pelayanan Busway hingga revitalisasi moda transportasi antar kampung yang lebih manusiawi. Baru baru ini, tepatnya tanggal 19 Juli 2017, Dinas Pehubungan DKI Jakarta mulai melakukan ujicoba Bajaj roda 4 sebagai pengganti kendaraan bemo yang keberadaannya sudah dilarang beroperasi diwilayah Jakarta.

Bajaj roda empat dan Bemo
Bajaj roda empat dan Bemo

Penasaran bagaimana rasanya moda transportasi yang baru di ujicoba ini, saya menjajal angkutan mungil ini, sekilas dilihat tampilannya bajaj ini sangat imut dan terlihat lebih nyaman Bajaj roda empat ini belum banyak di ujicoba di jalanan jakarta, jika ingin mencobanya baru ada beberapa saja dan bisa kita temukan di sekitaran WTC Mangga dua. Untuk rute percobaan moda transportasi yang bisa memuat empat penumpang ini baru melayani di kawasan Kota. Bajaj pengganti bemo ini nantinya akan melayani gang gang kampung sama halnya transportasi yang dulu pernah menjadi the legend di jakarta “Bemo”.

Bajaj roda empat yang menggunakan bahan bakar jenis premium ini, tarif percobaan sementara yang dikenakan untuk ke kawasan kota tiap penumpang dikenakan Rp 5000,- sementara ini masih menggunakan uang tunai dan nantinya sistem pembayaran akan menggunakan tunai dan  nontunai.

Bajaj roda empat jenis qute yang  di impor langsung  dari India ini bermesin 216 cc dengan body dibuat mirip mobil sehingga mampu menampung empat penumpang, dengan kecepatan maksimal adalah 70 km/jam dan dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk penumpang dan supir ini tentunya akan makin membuat penumpang merasa nyaman.

Meskipun saat ini belum ber AC, ke depannya rencananya angkutan jenis ini akan dilengkapi dengan AC dan untuk bahan bakar alternatif, Bajaj menyediakan paket konversi ke bahan bakar gas sehingga ramah lingkungan. Nah tertarik untuk mencoba naik bajaj roda empat ini ?

Iklan

3 thoughts on “Menjajal Bajaj roda 4 di jalanan Jakarta”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s