Bulan Patuh Trotoar : Kembalikan hak pejalan kaki


Bulan lalu sempat viral di media sosial, sebuah video dimana terlihat ada pengendara motor sedang ribut dengan sekelompok orang di trotoar. Sebuah keributan yang mungkin biasa di Jakarta namun ada hal yang berbeda pada keributan ini yang akhirnya menyita dan menyentil kalangan pejabat di pemerintahan ini terutama Pemda DKI Jakarta.

Aksi pengendara motor di Jalan Gatot Soebroto

Aksi pengendara motor di Jalan Gatot Soebroto

Koalisi Pejalan Kaki yang melakukan aksi menghalangi para pemotor yang melewati trotoar saat itu memang terlihat ribut dengan para pengendara, tentu saja ini sangat menarik. Menarik bukan saja sebagai tontonan namun menarik dicermati tingkah masyarakat pengguna kendaraan bermotor di Jakarta ini. Bagaimana ngototnya orang yang ‘salah’ merasa benar dengan alasan mengejar waktu ke kantor atau alasan lainnya lalu membenarkan diri denganmerampas hak orang lain menggunakan trotoar sebagai jalurnya.

Baca : Nasibmu pemotor Jakarta jadi kambing hitam kemacetan

Sebagai pejalan kaki tentunya melihat ulah para pengendara motor ini menguras kesabarannya karena hak nya di serobot para pemotor. Kita semua tahu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan adalah perlunya penyediaan fasilitas trotoar untuk pejalan kaki selain tempat penyebrangan yang aman. Bukan hanya pengendara motor yang menyerobot menggunakan trotoar, fasilitas para pejalan kaki inipun kerap dilibas para pedagang kaki lima, bahkan juga digunakan sebagai parkir liar yang akhirnya ruang gerak semakin sempit bahkan pada titik tertentu tidak ada celah bagi pejalan kaki.

Sebagai orang yang setiap hari juga menggunakan kendaraan bermotor, sering kali godaan untuk melintas di torotoar sering muncul, namun disini kita perlu sebuah sikap dewasa dalam menghadapi kemacetan yang kerap menjadi momok bagi pengguna jalan. Sebuah ujian kesabaran untuk kita semua pada kondisi yang demikian untuk mensikapinya dengan bijak dan menggunakan akal sehat serta realitas agar bisa saling menghargai hak sesama pengguna jalan tentunya demi keselamatan jalan bersama.

Macet jalanan jakarta

Macet jalanan jakarta

Ibukota DKI Jakarta yang mempunyai luas ruasa jalan lebih dari 7000 kilometer ini, konon baru memiliki trotoar tidak lebih dari enam persen, atau sekitar 400 kilometer ruas jalan yang dilengkapi dengan trotoar dengan sebagian besar kondisi trotoarnya sangat memprihatinkan tidak terawat sehingga tidak aman bagi pejalan kaki. Perluasan dan perbaikan sarana bagi pejalan kaki ini sudah sangat mendesak tentunya jika ingin menjadikan Ibukota DKI Jakarta ini sebagai kota yang ramah bagi para wisatawan mancanegara yang lebih suka berjalan kaki menelusuri kota.

Baca : Air mancur menari kembali berjoget di Monas

Kabar gembira tentunya bagi kita semua, akhirnya Pemerintah Daerah Jakarta mencanangkan bulan Agustus ini sebagai Bulan Patuh Trotoar. Harapanya tentu hal ini bisa mengubah perilaku pengendara motor agar menggunakan sarana sesuai dengan fungsinya. Selain menertibkan para penyerobot jalan, Pemda Jakarta juga berencana memperluas dan memperbaiki trotoar yang ada di Jakarta agar aman bagi pejalan kaki juga menjadikan trotoar sebagai taman dengan menempatkan pot pot bunga agar tidak dijadikan sebagai jalan darurat pengendara motor atau menjadi kantong parkir liar.

Membayangkan trotoar Jakarta sebagai lokasi saling berinteraksi

Membayangkan trotoar Jakarta sebagai lokasi saling berinteraksi

Membayangkan akan adanya pot pot tanaman di trotoar tentunya akan menyejukan dan membuat indah jalanan, semoga dengan hijaunya jalanan akan membuat sejuk juga suasana hati pengendara yang terjebak jalanan macet, sehingga tidak menggunakan trotoar sebagai lintasan. Menumbuhkan semangat saling menghargai sesama pengguna jalan, agar tercipta keselamatan bersama. Tentunya kita berharap bukan hanya di bulan Agustus saja para pengendara motor mau mematuhi penggunaan trotoar sesuai fungsinya, semua tentu tinggal kesadaran dari diri pribadi masing masingdengan menayakan dalam hatinya, bagaimana jika hak kita dirampas oleh orang lain ?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s