akibat kemacetan jakarta atasi kemacetan jakarta kemacetan di jakarta kemacetan jakarta kemacetan jakarta 2017 kemacetan jakarta berkurang kemacetan jakarta di malam hari kemacetan jakarta di pagi hari kemacetan jakarta hari ini kemacetan jakarta semakin parah

Jakarta menjadi Kota Terlarang bagi Sepeda Motor, mungkinkah ?


Kemacetan di Jakarta sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Kota Metropolitan ini. Ketika pagi akan menjalani aktivitas harus diakali dengan berangkat ekstra pagi atau harus pintar mencari jalan-jalan alternative atau sering disebut jalan tikus, padahal tikus juga belum tentu lewat jalan ini. Dan begitu juga ketika pulang aktivitas sore, setelah memeras otak untuk pekerjaaanya, masih harus diperas lagi otaknya dengan segala kemacetan yang dihadapi. Apa Pemerintah diam saja melihat hal ini ? Tidak juga, berbagai cara coba dilakukan untuk mencari solusi dari masalah klasik ini.

Salah satu solusi yang sudah dilakukan Pemerintah adalah dengan pembatasan pada jalur tertentu, dengan kendaraan yang boleh dilewati disesuaikan dengan system kalender ganjil dan genap. Kendaraan roda empat yang boleh lewat jalur tertentu nomor platnya disesuaikan kalender, ini bersamaan juga untuk jalan protocol masih digunakan three in one. Dan untuk kendaraan roda dua, sudah sejak 2014 lalu juga telah diterapkan pembatasan sepeda motor tidak boleh melintas dari Jalan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Baca : Nasibmu pemotor Jakarta jadi kambing hitam kemacetan

Pembatasan sepeda motor di jakarta
Wilayah terlarang bagi sepeda motor

Seakan masalah yang tak kunjung terpecahkan, pembatasana yang dilakukan masih belum mampu mengatasi kemacetan yang ada. Pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang terus bertambah sementara infrastruktur jalanan tetap segitu saja, jadi masalah tersendiri yang harus dipikirkan bersama. Apakah pembatasan degan sistem ganjil-genap dan dilarangnya sepeda motor melintas di jalanan tertentu menjadi solusi ? Pembatasan kendaraan banyak yang menyatakan bukan sebuah solusi, karena seakan memindahkan kemacetan dari satu jalan ke jalan raya yang lain. Mungkin bisa jadi jalan protokol tidak macet tapi imbasnya jalan lainnya terjadi penumpukan. Kemacetan makin menjadi momok di jalan alternatif.

Drama kemacetan di jalan raya yang akhirnya menciptakan kondisi pengendara melanggar batasan batasan yang ada, dari dilewatinnya trotoar yang sebenarnya dikhusukan untuk pejalan kaki, menjadi jalur alternatif agar bisa segera sampai tujuan. dan hal inipun yang akhirnya menjadi drama berserie dan ramai menjadi sebuah kisah panjang tanpa akhir. Hingga untuk menyelamatkan trotoar dari si raja jalanan, Pemerinntah juga mengeluarkan kebijakan “Bulan Tertib Trotoar” yang tentunya untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai mestinya.

Baca : Bulan Patuh Trotoar : Kembalikan hak pejalan kaki

Jalur bebas Sepeda motor tahun 2014, yang saat ini diperluas hingga Bundaran Patung Senayan
Jalur bebas Sepeda motor tahun 2014, yang saat ini diperluas hingga Bundaran Patung Senayan

Dan lagi setelah bergulirnya aturan bulan Tertib Trotoar, tidak ada habisnya, Pemerintah Daerah kembali akan mengeluarkan sebuah kebijakan yang bagi sebagian orang dikatakan “Diskriminatif” terutama bagi pengendara sepeda motor. Seakan Sepeda Motorlah biang kemacetan yang terjadi di Kota Jakarta ini, Pemerintah daerah kembali mewacanakan bahkan mulai mensosialisasikan penambahan area wilayah yang tidak boleh dilewati sepeda motor.

Dengan mencontohkan berkurangnya angka kecelakaan pada Hari Raya yang lalu, dimana angka kecelakaan menurun drastis, karena banyak pengguna sepeda motor yang diangkut memakai angkutan massal. Lalu apa hal ini bisa disamaratakan dengan permasalahan kemacetan yang membelit Ibukota Jakarta ini ?

kemcaetan jakarta
Kawasan uji coba ganjil genap (Sumber gambar Detik.com)

Kemacetan ini tidak terjadi baru-baru ini saja, bahkan konon sudah sejak eratahun 1969 kemacetan di Jakarta sudah mulai ramai di beritakan dalam edisi-edisi khusus  Koran yang terbit saat itu. Lalu apa akar persoalanya ?  Ternyata ada hal yang sebetulnya sederhana namun tidak bisa sesederhana dalam mengatasi kemcaetan ini. Saat ini dengan penyempitan jalur karena pembangunan, bus kota dan angkot yang seenaknya menaikan penumpang tanpa mempertimbangkan tanda-tanda atau rambu-rambu marka jalan.

Jakarta yang dulu pernah punya segalanya untuk angkutan massal dari opelet, bus tingkat, hingga metro mini seakan tidak pernah berdaya dan tidak pernah cukup untuk melayani jumlah penduduk Jakarta yang meningkat secara dramatis terutama pada arus urbanisasi. Ketika tingkat keterisian angkutan umum semakin menurun dengan beralihnya warga menggunakan kendaraan pribadi, populasi jumlah kendaraan semakin hari semakin meningkat namun tidak sebandaing dengan infrastruktur yang tidak pernah diperluas.

Kini, dengan adanya sosialaisasi pembatasan wilayah yang tidak boleh dilewati oleh kendaraan sepeda motor, seakan Jakarta akan menjadi kota terlarang bagi sepeda motor, semoga pemerintah segera bisa menemukan solusi yang win win solution tanpa membatasi hak warga Jakarta yang juga telah membayar pajak.

 

Iklan

7 thoughts on “Jakarta menjadi Kota Terlarang bagi Sepeda Motor, mungkinkah ?”

  1. Karena semakin terjangkaunya harga kendaraan baik motor atau mobil, macet ga akan teratasi soalnya jadi banyak yang beli kendaraan baru terus. Satu rumah aja bisa punya banyak kendaraan atau bahkan masing2 punya, gimana ga macet 😑

    Suka

  2. Kalau gaya hidup masyarakat jkt diubah gmn mas? Spt menggunakan kendaraan umum yg tlh disediakan pemerintah pd saat berpergian untuk bekerja. Krn kl diperhatikan memang kndaraan pribadi (mobil&motor) yg bikin macet. Contoh spt kndaraan pribadi baik mobil/motor yg melewati jalur busway. Dan contoh lainnya. Cm ya untuk mengubah itu memang sulit. 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s