Ebiet G Ade

Renungan Cinta dalam Konser Musik dan Puisi Ebiet G Ade


Selamat pagi padamu, Jakarta
Di pintumu kau tak sambut tanganku
Hanya suara tawamu ku dengar parau, Jakarta
Dan nafasmu gemuruh gemerlapan

Jakarta menjadi barometer untuk seseorang bisa dikatakan sukses, apakah dia telah menaklukan Jakarta atau malah tersingkir dari Jakarta. Jakarta I, sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana perjuangan yang sangat berat harus dijalani setiap orang yang merantau di Ibukota Jakarta, seperti juga apa yang dialami oleh sosok yang membawakan tembang apik ini, dimana yang mulanya ingin menjadi penyair malah menjadi penyanyi ini menjadi lagu pembuka dalam sebuah konser yang bertajuk Musik dan Puisi.

Konser Ebiet
Konser Solo Ebiet G Ade

Siapa tidak mengenal Ebiet G Ade, penyanyi legendaris yang selalu melahirkan karya karya fenomenal dengan lagu lagunya yang langsung menyentuh kehidupan sehari hari. Seakan akan apa yang dia tuliskan dalam lagu adalah apa yang dia alami. Seperti lagu Camelia yang sangat fenomenal ini, bahkan saya sendiri berpikir bahwa “Camelia” dalam lagu tersebut memang benar ada dan pernah mengisi ruang hidupnya.

“Dia Camelia, … engkaukah gadis itu, …. yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi di setiap tidurku, …………. datang untuk hati yang kering dan sepi, …. agar bersemi lagih.. bersemi lagi”

Pastinya kita penasaran, siapa sih camelia ini yang sampai di khususkan hinga harus ada beberapa album dan namun akhirnya kita harus dibuat patah hati dan dibuat hanyut dengan kesedihan di dalam Camelia 3 dan Camelia 4. Sosok yang kita pikir akan mewarnai dan menemani perjalanan hidup sang maestro ini malah harus mendahului pergi dengan tidur panjangnya.

Konser Ebiet
Diringin sayatan biola Hendri Lamiri dan Denting piano Aviv, semakin menyemarakn konser Ebiet

“Sejujurnya Camellia adalah hanya figur imajinatif yang saya ciptakan di dalam kepala saya dan saya puja-puja,” Sebuah ungkapan pun mengalir dari Ebiet, menceritakan siapa sebetulnya sosok Camelia yang akhirnya harus dia kubur dalam Album Camelia 4. “Selama ini, saya membiarkan masyarakat menikmati itu (berspekulasi tentang Camellia) karena saya pikir saya tidak menanggung rugi apapun. Namun sekarang, saya sudah berumah tangga, punya istri yang cantik yang saya cintai dan mencintai saya, dan anak-anak yang baik. Saya takut, jika diteruskan menjadi  Camelia 5, 6 dan seterusnya, pundi pundi keuangan saya semakin menumpuk karena album yang selalu laris hingga jutaan copi ini”.

Izinkanlah kukecup kenigmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah

Katakan dengan bunga, sering kali kita mendengar saran seseorang yang ingin meluapkan segala rasa untuk pujaan hatinya, melalui lagu elegi esok pagi ini pria kelahiran Banjarnegara ini menuturkan dengan apik hal yang umum dan harus dilakukan seseorang demi mendapatkan sosok yang dipujanya “Wanita biasanya menyukai bunga, lewat bunga banyak makna dan harapan yang bisa didapatkan, jika ingin mendapatkan cinta dari seseorang (wanita) cobalah kirimkan bunga, kalau masih gagal juga kirimkan yang lebih mahal dari bunga, kirimkan cek, sudah beres” selorohnya.

Konser Ebiet
Konser Musik dan Puisi

Pada konser yang dihadiri ratusan pengunjung dan fans setianya ini, bukan hanya membawakan lagu lagu hitsnya, namun juga banyak bercerita tentang makna dan filosofi yang terkandung pada setiap lagu yang dibuatnya. Meskipun terkadanga terbatu batuk namun pada setiap  lagu yang dibawakannya, mampu menghipnotis saya, ditambah gesekan biola yang dibawakan Hendri Lamiri dan denting denting piiano Aviv makin membuat merinding dan menyayat kerinduan.

“Setiap kita ingin dirindukan, betapa dirindukan oleh seseorang itu adalah sebuah kemewahan” Titip Rindu Buat Ayah, justru merupakan ungkapan perasaan rindu untuk Ibu, ungkap pria yang kini sudah berumur 63 tahun, “Saat kita jadi orang tua, tentu kita mendambakan dirindukan anak”.

Dua jam berlalu tanpa terasa, dua puluh lagu meranggas semua lelah dan penat pekerjaan, kegelisahan pada hidup, dan bisingnya hingar bingar Jakarta seakan tersirami dengan kesejukan syair syair yang dibawakannya. Hinggga akhirnya harus “terusir” pada lagu terakhir yang dibawakan “Aku ingin pulang” ya aku memang harus pulang dan kita semua memang akan pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s