Dewi Mangrovesari, Dewi Kecantikan Pantai Utara Brebes

Hingga akhirnya, kesempatan itupun datang, sebuah janji untuk bisa bertemu dan mengenal lebih dekat akan kecantika Dewi Mangrovesari.


Dewi Mangrovesari, begitu cantik namanya, mendengarnya saja saya sudah terpikat, tapi untuk jatuh cinta sepertinya saya tidk mau begitu saja menaruhkan pada sembarang, seperti apa sih kmolekan dewi yang jadi buah bibir orang orang di pantai utara Brebes ini?

Rasa penasaran akan kecantikan Dewi Mangrovesari memang bikin gelisah saya, ketika banyak orang bercerita dia sangat cantik, molek ada rasa “cemburu” pada hati saya, kenapa saya belum bisa berjumpa dan mengenalnya? Iya, jarak dan waktulah yang membuat saya dan ‘dia’ belum bisa bertemu satu sama lainnya. Hinga akhirnya, kesempatan itupun datang, sebuah janji untuk bisa bertemu dan mengenal lebih dekat akan kecantikan Dewi Mangrovesari.

Pemandangan Hijau Mangrovesari

Perahu yang saya tumpangi perlahan mulai meninggalkan dermaga kecil, 40 orang yang duduk berhimpitan dalam perahu kayu, sekeliling hanya berderet pohon bakau berjejer menari diterpa angin laut, namun hembusannya tidak mampu mengusir rasa gerah yang saya rasakan. Perlahan namun pasti perahu kayu membelah ombak pantai, burung-burung nampak bertengger diatas pohon bakau, seakan melihat aktivitas para penumpang perahu.

Baca :Pulau Hantu Brebes

Setelah menembus hutan bakau dan terombang ambing oleh angin laut hampir sepuluh menit, dari kejauhan mulai nampak deretan pohon-pohon seakan terdapat sebuah pulau di tengah lautan, nampak sebuah dermaga sederhana memanjang, seakan hendak membelah lautan.

Musibah Yang Membawa Berkah

Ketika bumi diguncang, gunung-gunung memuntahkan segala isi perutnya, angin besar memporakporandakan segala yang dilintasinya, bahkan air laut pun menggulung pesisir pantai hingga daratan tanpa bisa dicegah. Bencana tidak bisa kita tahu akan mengguncang kehidupan manusia, tidak ada yang mampu menerka kapan musibah akan melanda.

Lorong Mangrove, cocok dijadikan Catwalk Fashion Show
Lorong Mangrove, cocok dijadikan catwalk Fashion Show

Tidak banyak generasi now yang tahu sejarah pantai utara Brebes yang sekarang ramai menjadi buah bibir karena kecantikan Dewi Mengrovesari, seperti kata pepatah emas terlihat indah karena ditempa, begitu pula Dewi Mangrovesari yang sekarang menjadi idola baru masyarakat Kabupaten Brebes, lahir dan besar karena hasil tempaan musibah.

Desa Kaliwlingi dari dulu memang sudah dikenal akan hasil lautnya, bukan hanya karena hasil nelayan dengan ikan lautnya saja, namun juga merupakan daerah yang menghasilkan garam laut. Namun seiring waktu, karena adanya abrasi yang mengakibatkan pantai terkikis air laut, masyakarat mulai beralih menjadi nelayan tambak.

Baca : Keindahan Pulau Cemara Pantai Utara

Di sepanjang garis pantai, Desa Sawojajar hingga Kaliwlingi  mulai disekat sekat menjadi tambak tambak ikan dan udang windu. Hasil pertanian udang windu inilah yang mampu mendulang dolar bagi para nelayan. Dengan harga yang cukup mahal serta mampu di ekspor, semakin menjadikan kawasan Sawojajar dan Kaliwlingi sebagai daerah penghasil dolar.

Dermaga Dewi Mangrovesari

Siapa mampu menolak takdir, abrasi semakin menggerogoti bibir pantai seperti layaknya kanker menggerogoti tubuh manusia, perlu sebuah terapi khusus untuk menangani abrasi agar kehidupan pantai serta daratan bisa terkendali.

Maka melalui kelompok pemuda yang sadar akan lingkungan dan wisata, untuk mengatasi abrasi dilakukan penanaman pohon mangrove untuk mengurangi dampak meluasnya abrasi. Siapa sangka maksud untuk mengurani dampak abrasi malah membuahkan lokasi yang indah, maka jadilah lokasi bekas musibah abrasi menjadi lokasi wisata Dewi Mangrovesari yang menawan.

Semilir angin laut yang berhembus dengan pemandangan hijau pohon-pohon mangrove menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata Dewi Mangrovesari Desa Wisata Pandansari Kaliwlingi Brebes.

Bagaimana Menuju Lokasi Wisata Dewi Mangrovesari

Lokasi Dewi Mangrovesari terletak di desa Pandansari Kaliwlingi Brebes,kurang lebih 6 km dari Kota Brebes, untuk menuju lokasi ini memang lebih mudah jika menggunakan kendaraan pribadi karena memang belum ada sarana tranportasi yang memadai. Namun bukan berarti yang tidak mempunya kendaraan tidak bisa berkunjung ke lokasi wisata yang mempunyai spot-spot selfie menarik ini.

Jalanan menuju wisata mangrovesari
Jalanan menuju wisata Dewi Mangrovesari

Bagi yang mempunyai kendaraan pribadi, untuk menuju lokasi wisata Dewi Mangrovesaridari Kota Brebes bisa mengarah ke arah barat, dipertigaan dekat Universitas Muhadi Setiabudi, kendaraan diarahkan menuju Desa Sawojajar, sama seperti saat kita menuju Pulau Cemara. Jika saat menuju Pulau Cemara setelah jembatan Sawojajar kita belok kiri, untuk menuju wisata Dewi Mangrovesari langsung lurus saja.

Petunjuk arah menuju lokasi wisata Dewi Mangrovesari sangat banyak sehingga kita tidak akan tersasar arah. tinggal kita ikuti sesuai petunjuk arah.  Untuk parkiri kendaraan sudah disediakan dilokasi dekat pintu masuk wisata. Hanya saja karena masih memakai halaman rumah warga, pada saat liburan kondisi parkir sangat padat.

Untuk tiket seharga Rp 20.000,- sudah termasuk perahu yang akan mengantarkan kita pergi–pulang ke lokasi wisata Dewi Mangroveari. Pengelola sudah banyak menyediakan fasilitas pendukung juga sudah banyak rumah makan yang menyajikan hidangan seafood juga makanan khas Brebes, sehingga tidak perlu khawatir bakal kelaparan di lokasi wisata ini.

Dengan banyaknya spot selfie di wisata ini yang unik, dan jembatan kayu panjang yang menembus hijaunya mangrove seakan kita berada di catwalk dengan alam sebagai latar panggung. Saya malah membayangkan seandainya saja disini ada festival fashion show tentunya makin menjadi daya tarik tersendiri

 

Iklan

Penulis: thoriqalfatah

Hai , I'm Thoriq, bukan penulis cuma suka iseng nyoret nyoret, kesukaan touring dan kegiatan sosial lainya, kontak saya on azollamexicana@gmail.com :) wa 08159687872

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s