Mecah Piting, Menikmati Kepiting dengan Kekinian


Kuliner seafood siapa sih yang ga suka, selain karena kelezatannya mengkonsumsi makanan laut itu banyak gizi dan halal. Udang, Kerang, Kepiting merupakan makanan yang aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja.

Salah satu favorite saya adalah kepiting, kalau ada info tentang rumah makan yang menjual kepiting enak biasanya akan saya coba, meskipun terkadang dibeberapa tempat harus merogoh kocek dalam-dalam, tentu karena harga yang tidak murah, namun ya kembali ada harga pasti ada mutu.

Baca cerita disini : Bosan makan di resto, lokasi ini perlu kalian coba

Lokasi yang ala tngkrongan kekinian
Terletak di dekat Taman Honda, menjadikan Mecah Piting jadi lokasi kekinian anak muda jaman now

Namun bukan berarti yang murah terus ga punya mutu ya, karena sebetulnya banyak lokasi kuliner seafood yang murah dan menyajikan rasa yang bakal menggoyang lidah dan menggoda selera makan, sebutlah yang baru buka di bulan januari 2018 ini, menyajikan kuliner laut dengan model kekinian dilokasi yang tentunya kita semua tahu menjadi basecamp kuliner enak.

Terletak di Jalan Tebet Barat IX No 1A Tebet atau lebih gampangnya cari saja Taman Honda, nah disitulah kamu bisa mencoba menikmati makanan laut dengan gaya kekinian ala tongkrongan anak muda. Mecah Piting, menyajikan menu kuliner seafood ala anak muda dan yang jelas harga yang cukup murah.

Sebagai orang yang tiap hari selalu bolak balik disekitar Tebet, adanya Mecah Piting sudah lama pengen saya coba, tapi entah kenapa setiap melintas dan melihat kerumunan orang disekitar lokasi menjadi minder. Ya gimana ga minder coba, yang datang itu minimal berduaan sama pasangannya, ya masa sih saya datang piyambekan mawon, lah nanti kalau saya pesan banyak menu kan jad malu-malui.

Menu pilihan Mecah Piting
Tidak banyak pilihan menu, biar kamu ga pilih pilih

Ya, akhirnya kesempatan itu datang juga, setelah hari Jumat beraktivitas dan bermalam disekitaran Tebet sampai Sabtu, akhirnya memutuskan untuk mencoba Mecah Piting meskipun sebetulnya rada ragu karena waktu yang sangat mepet untuk lanjut kegiatan lainnya dan melihat antrian yang panjang sudah terbersit ragu untuk meneruskannya.

Setelah memarkirkan bebek kesayangan, (sementara si kebo istirahat dulu) saya pun menuju lokasi yang terlihat sangat meriah dengan pasangan muda mudi ini. Di Lantai bawah ada Ayam Geprek Bensu, yang konon sih kepunyaannya artis, pernah mencicipi sih pesan by Gofood namun jujur ya buat saya gitu saja sih.

Letak Mecah Piting ada di lantai atas, tangga terletak didepan sebelah pinggir, diatas ada mba waitres cantik yang menyambut dan menanyakan “Berapa orang ka” uhuyy dipanggil kaka 🙂 jadi malu saya, “Buat dua orang saja” akhirnya melalui HT si cmba waitres cantik ini mengkonfirmasi meja kosong yang ada, tidak berapa lama mas waitres pun mengatarkan kami (cie sudah kami sekarang ya) ke meja yang kosong.

“Ka, satu orangnya nungguin dimeja ya, terus silahkan pesan menunya langsung di kasir”, begitu sih pesan mas waitres, iya mejanya harus ditungguin supaya ga diserobot sama “pagar makan tanaman”. Dan saya pun mengantri di kasir yang cuma sebiji dengan antrian sekitar 10 orang mengantri.

Dengan bumbu yang menggoda selera, wajar resto ini menjadi ramai
Dengan bumbu yang menggoda selera, wajar resto ini menjadi ramai

Setelah mengantri lebih dari 15 menit, saya pun mendapatkan giliran ketemu dengan mba kasir yang cukup cekatan menanyakan menu, sekilas melihat menu ahirnya saya memesan Mecah Jumbo (1 kepiting jumbo) yang harganya Rp 50ribu, saya minta bumbu saus padang, Mecah Combo ( 2 kepiting, udang, cumi dan kerang) dibumbuin lada hitam, ditambah Mecah Kerang Rp 15ribu yang saya minta bumbu saus padang juga buat nemenin si kepiting jumbo dan 2 nasi karena mau Mecah Jagung ternyata sedang ga bisa dan plus minum es teh manis 2 gelas, kalau satu nanti dibilang terlalu romantis.

Nah ini, biasanya saya kalau makan seafood ga perlu pakai nasi, tapi disini bisa pesan nasi. Dengan harga yang rata-rata itu pertanyaan saya dalam hati adalah “Ini nanti rasanya bagaimana ya?” Ini soal rasa yah, karena ditempat lain dengan penyajian yang serupa itu harganya bisa 5 – 7x lipat, ini loh harganya murah banget.

Sambil menunggu, saya mengedarkan pandangan ke sekitar yah siapa tahu ada bidadari yang sendirian dan mau diajak gabung, tapi nyatanya memang bidadari sedang tidak turun ke bumi, meskipun hujan sempat mampir tidak sampai lima menit yang kemudian matahari bersinar terang, apalah daya jembatan pelangi tidak terbentuk.

Menikmati sajian Kepiting Mecah Piting
Menikmati sajian Kepiting Mecah Piting

Semua meja hampir terisi penuh dengan pasangan, meja yang semestinya buat berempat memang kebanyakan hanya di isi sepasang muda mudi. nah itu alasan kenapa saya selalu menunda datang kesini, tengsin kan makan sendirian ditengah orang yang makan berduaan :(.

Tidak lama kemudian, waitres pun datang membawakan minuman es teh manis dua gelas dan dua sedotan, sambil membawa alas meja semacam kertas minyak warna putih tanpa pakai piring. Nah ini loh maksudnya kekinian, jadi mirip tempat makan di bilangan Senopati yang terkenal itu.

15 menit berlalu, pesanan belum juga datang, rasanya pengen nyanyi resah dan gelisah meskipun harus dengan suara sumbang, dan jarum jam terlihat terus saja berputar artinya waktu ku sudah sangat mepet, tapi ya sudahlah dinikmati saja.

antri dikasir
BIasakan budaya antri ya

Dan akhirnya pada menit ke 30, pesanan saya pun mapir dan hinggap di meja, si mba waitress langsung menumpangkan menunya diatas meja, kepiting jumbo bumbu saus padang ahirnya menebarkan aromanya. Kebiasaan saya adalah mencicipi dulu bumbunya, secolek bumbu saya cicipi dan …… luar biasa rasanya itu tidak kalah dengan tetangga yang harganya selangit itu.

Tidak lama kemudian, menu berikutnya mecah combo bumbu lada hitam pun datang dengan kerang saus padang, aroma harum dan menggoda langsung membuat saya lupa kalau saat itu berkejaran dengan waktu. Untuk saus padang bumbunya sangat saya suka, namun untuk lada hitamnya kurang begitu buat saya, atau mungkin saya memang terbiasa pesan saus padang jadi ga begitu suka lada hitam.

Akhirnya kelakon juga menikmati Mecah Piting, makan kepiting kekinian yang juga ngetrend di medsos. By the way bukan busway, setelah makan jangan lupa cuci tangan yah, silahkan menuju wastafel namun bersiap antri karena hanya ada dua wastafel dengan jumlah pengunjung yang sangat ramai. Tentunya ini jadi pekerjaan rumah sang empunya resto, untuk memikirkan juga penambahan wastafel biar ga lama antri.

Untuk lokasi, sepertinya memang baru renovasi penambahan meja, itu saya baca di medsosnya sih hehehe konon sih katanya karena terlalu banyaknya yang lama antri akhirnya bangunan diperluas, kipas cukup banyak sehingga ruangan yang ramai tidak terasa gerah dan terlihat mba dan mas waitres modar mandir dengan cekatan dan ramah melayani pengunjung.

Jadi, …. sepertinya lokasi ini akan menjadi langganan saya untuk menikmati kepiting dan menu laut lainnya, …. kamu mau menemani saya makan disini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s