Sam Po Kong Semarang

Menikmati Wisata di Kota Lumpia Semarang


 

Sebagai salah satu kota paling berkembang di Jawa Tengah, Semarang tak pernah sepi pengunjung akan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Perkembangan Kota Semarang ditandai dengan laju perekonomian yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan, serta pertumbuhan penduduk yang kini telah mencapai hingga dua juta jiwa lebih, bahkan Semarang juga disebut sebagai kota mega-urban. Sebab kota ini juga menjadi salah satu kota yang dibidik para pencari kerja untuk mengadu nasib dan mencari peruntungan dan rezeki.

Secara bahasa, Semarang berasal dari kata “sem” yang berarti pohon asam dan “arang” atau jarang, kemudian digabungkan menjadi “asam yang jarang-jarang.” Nama ini ternyata sudah melekat saat zaman Hindia-Belanda. Saya merasa sangat senang dan antusias saat berkesempatan melakukan perjalanan di kota ini. Titik wisata dan kuliner khas Semarang juga sangat banyak dan beragam. Bagi kamu pecinta perjalanan bernuansa alam, Kota Semarang memiliki Pantai Marina yang menjadi primadona. Pantai ini semula merupakan hutan bakau dan tambak. Maka tak heran bila pantai ini sangat sejuk dan asri. Pantai ini berlokasi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya hanya beberapa ratus meter saja dari Bandara Ahmad Yani, jadi saat kamu melakukan perjalanan wisata di kota cantik ini, kamu bisa menjadikan Pantai Marina sebagai destinasi pertama yang kamu sambangi dan nikmati. Untuk menikmati pantai ini, kamu hanya perlu membeli tiket seharga lima ribu rupiah saja, kamu bisa sepuasnya menikmati panorama pantai hingga sunset tiba.

pantai marina semarang

Tak puas dengan suasana pantai dan waktu menuju sore hari masih panjang, saya juga memberanikan diri untuk datang ke titik wisata selanjutnya, yaitu Goa Kreo. Goa ini berada di tengah-tengah Waduk Jatibarang, yakni sebuah bendungan yang membendung Kali Kreo. Konon menurut sejarah, goa ini pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa, menurut cerita di goa ini juga terdapat monyet berbuntut panjang sebagai penjaga hutan. Saya menunggu sampai senja tiba, namun sayang saat itu saya tidak sempat melihat monyet berbuntut panjang yang melegenda itu. Di waktu weekend atau hari libur, Goa Kreo juga dipadati oleh pengunjung. Pengelola juga memanjakan pengunjung dengan membuat panggung hiburan yang berisi live musik ataupun hiburan menarik lainnya seperti tari-tarian dan lain-lain. Selain itu, kamu juga bisa menikmati air yang alami dan terasa dingin pada air terjunnya. Merasa sedikit lelah karena baru tiba di Semarang, disini juga kamu bisa menikmati gazebo-gazebo yang dibuat sangat nyaman untuk beristirahat dan rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke penginapan. Jika kamu merasa lapar, di sekitar Goa Kreo juga terdapat rumah makan khas Semarang yang bisa kamu sambangi dan menikmati kuliner yang nikmat dan lezat.

goa kreo semarang jawa tengah

goa kreo semarang jawa tengah

Berada di Semarang, saya tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menapakan kaki menyusuri penjuru berkeliling ke titik wisata berikutnya. Awan terlihat menggantung, cuaca Semarang dirasakan cukup dingin, namun karena semangat untuk kembali melakukan perjalanan, meskipun terasa dingin saya tetap bergegas mandi dan bersiap-siap. Di jalan, saya menyempatkan untuk berhenti di Tugu Muda, sebuah tugu ikonik yang dimiliki Semarang ini dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Selain itu, tugu berbentuk lilin ini juga menggambarkan perihal semangat juang dan patriotism warga Semarang saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Melihat tugu ini, saya jadi membayangkan semangat para pahlawan saat mengusir penjajah, merasa sangat bangga, sedih, sekaligus terharu. Namun terkadang tugu ini hanya menjadi aksesoris jalan raya semata, padahal tugu ini menyimpan banyak cerita dan memiliki makna yang sangat mendalam.

Sayapun melangkah kaki menuju titik wisata sejarah Semarang, yakni Taman Budaya Raden Saleh atau dikenal TBRS. Tempat yang berlokasi di Jalan Sriwijaya nomor 29 ini merupakan pusat kesenian dan kebudayaan Semarang. Banyak seniman, perupa, sastrawan, asal Semarang yang berkumpul di tempat ini. Taman Budaya Raden Saleh ini memiliki luas sekitar delpaan puluh sembilam meter persegi. Ternyata kawan-kawan yang berada di kepengurusan Dewan Kesenian Semarang (Dekase) ini juga kerap berkumpul disini dan membuat event yang bersifat kesenian dan kebudayaan. Di tempat ini kamu juga bisa menyaksikan pertunjukkan wayang orang, wayang kulit, hingga penampilan musik keroncong. TBRS juga dilengkapi dengan galeri seni yang didalamnnya memamerkan karya seni buatan seniman dan perupa Semarang, juga karya seni para seniman nusantara. Jika kamu mau lebih dalam mempelajari kesenian dan kebudaayan Semarang, kamu bisa juga menyempatkan untuk berkunjung ke kantor Dewan Kesenian Semarang untuk bertanya-tanya seputa kesenian dan kebudayaan.

IMG_8961 (2)

Pergi ke daerah Samongan, kamu wajib juga datang ke Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong. Menurut sejarah klenteng ini merupakan tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Tiongkok bernama Zheng He. Bentuk klenteng ini sangat unik yakni menyerupai Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu yang kemudian diyakini sebagai klenteng dan dijadikan sebagai tempat untuk beribadah bagi orang-orang Cina yang berasal dari Indonesia. Secara alami batu-batu besar ini memang mengingatkan kita terhadap bangunan sebuah klenteng. Seiring dengan perkembangan waktu, tempat ini dijadikan sebagai tempat sembahyang, berziarah, dan upacara. Sedikit cerita tentang Laksamana Zheng He, saat melakukan perjalanannya ke Jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit sehingga menjadikan goa ini sebagai tempat sembunyi dan beristirahat sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya kembali menuju Pulau Jawa. Laksamana Zheng He juga sempat memberikan pelajaran berkebun dan becocok tanam kepada penduduk pribumi dan para awak kapalnya.

Untuk menunaikan shalat, saya juga menyempatkan diri untuk menyambangi Masjid Agung Jawa tengah. Masjid ini sudah dibangun sudah dibangun sejak tahun 2001 dan rampung pada tahun 2006. Masjid ini dibangun pada tanah seluas sepuluh hektare. Menurut sejarah, masjid agung ini tak terlepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Hingga dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah tentu tak terlepas dari perjuangan panjang dari pihak-pihak yang memperjuangkan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah

Setelah seharian berjalan-jalan dan merasa lapar, saya mencari makanan khas Semarang berbahan dasar mie berkuah yang menyegarkan. Lalu pilihan saya jatuh pada Mie Kopyok. Bukan sembarang mie, Mie Kopyok memiliki ciri khas tetelan daging yang dilengkapi dengan tahu serta kerupuk gendar di atasnya. Mie Kopyok bisa kamu dapatkan pada gerobak-gerobak keliling di Semarang yang konon katanya berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Yang paling penting Mie Kopyok tidak akan menguras dompetmu hingga habis, satu mangkuk Mie Kopyok lengkap hanya dibandrol dua puluh ribu rupiah. Uang saku saya jadi tersisa banyak untuk membeli banyak oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Jika ada kesempatan dua kali, saya masih ingin berkeliling ke titik wisata lainnya yang ada di Semarang, saya juga masih ingin mengunjungi pantai-pantai lainnya yang ada di Semarang dan mencicipi kuliner lain khas Semarang yang murah meriah tapi tetap enak. Sekian dulu cerita perjalanan dari saya. Kamu juga wajib datang ke Semarang, ya.

 

 

 

Iklan

2 thoughts on “Menikmati Wisata di Kota Lumpia Semarang

  1. Ping balik: Bukit Mojo Gumelem, Destinasi Wisata Terbaru Jogjakarta yang Wajib untuk Kamu Kunjungi! - Menapak Indonesia

  2. Ping balik: Fakta di Balik Masjid Agung Wisata Banten

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.