Kalibiru Kulonprogo Jogya

Kulon Progo, Ketika Aku Selalu Gagal Move On


Menjadi salah satu kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kulon Progo yang memilki arti nama sebelah barat Sungai Progo, menjadi tempat yang wajib juga untuk kamu sambangi. Mengapa demikian? Tempat ini rasanya seistimewa Yogyakarta, memiliki beragam pilihan destinasi wisata, catatan sejarah, tradisi, dan yang lebih penting adalah kuliner yang enak dan murah meriah. Seperti biasa—seperti pada catatan perjalanan sebelumnya— saya selalu merasa senang dan bahagia sejak pertama menginjakkan kaki saya di Kulon Progo ini.

Kulon Progo, memiliki karya batik yang bernama unik, yakni Geblek Renteng. Corak batik khas Kulon Progo ini bergambar geblek atau renteng yang berjajar yang kemudian batik ini kini menjadi seragam identitas resmi bagi pegawai negeri sipil dan pelajar. Sehingga, para pelajar dan pegawai negeri sipil sangat dekat dan mengenal kebudayaan daerahnya sendiri. Nama Geblek ini, ternyata tak hanya menjadi nama batik, akan tetapi juga sebuah nama bagi makanan tradisional yang konon hanya dijual secara eksklusif di wilayah Kabupaten Kulon Progo saja. Mumpung disini, saya juga tak mau melewatkan kesempatan untuk mencicipinya. Geblek terbuat dari pati singkong, tepung tapioka basah, atau tepung kanji yang kemudian digoreng. Rasanya gurih dan memilki sensasi yang kenyal di mulut. Cemilan ini bikin kenyang dan dijamin sehat karena terbuat dari singkong. Jika kamu ke Kulon Progo, wajib juga mencicipi cemilan ini, ya!

Tari Jathilan Oglek Kulonprogo

Tari Jathilan Oglek Kulonprogo

Bicara keunikan dan daya tarik Kulon Progo, daerah ini juga memiliki tari tradisional yang dinamakan Oglek, yakni salah satu kesenian rakyat tradisional dengan jenis tarian yang dilakukan secara berkelompok dan dipentaskan pada tempat terbuka dan berdurasi lebih kurang satu hingga dua jam. Tari Oglek akan diiringi dengan seperangkat alat musik berupa tiga terbang sesar, satu terbang kecil, dua bende, satu kendang, satu gong dengan sistem nada slendro. Jika kamu ingin menikmati tarian ini, kamu bisa datang ke Desa Tuksono Kecamatan Sentolo, Desa Tanjungharjo Kecamatan Naggulan, dan Desa Krembangan Kecamatan Panjatan. Pertunjukan Tari Ogkel terbuka untuk umum, jadi siapa saja bisa menyaksikan tarian unik khas Kulon Progo ini.

Berada di Kulon Progo, titik wisata yang pertama kali saya sambangi adalah Desa Wisata Kalibiru. Tempat ini menjadi primadona dan banyak diposting oleh pengunjung ke media sosial mereka masing-masing, hal ini dikarenakan pesona Kalibiru yang sangat cantik dan mempesona. Tempat ini merupakan salah satu titik ekowisata yang terawat dengan sangat baik. Di tempat ini terdapat pohon-pohon rindang, dan tracking hijau yang bisa digunakan untuk berjalan. Harga tiket masuknyapun sangat murah meriah, hanya dengan tiga ribu rupiah saja kamu sudah bisa menikmati keindahan dan panorama Kalibiru. Dari puncak Kalibiru, kamu juga bisa melihat Waduk Sermo dari kejauhan. Sayapun menyempatkan diri agar ikut hits seperti para remaja lainnya dengan berfoto di atas pohon pinus yang memang sengaja didesain untuk berswafoto. Mantap, ya!

kedai kebun teh nglinggo

Menikmati kesejukan dan keindahan alam Kulon Progo yang membahagiakan dan menenangkan, sayapun melanjutkan perjalanan saya menuju Kebun Teh Nglinggo. Disini kamu akan melihat hamparan luas kebun teh pohon-pohon pinus dari kejauhan. Menurut informasi, tempat ini akan sangat dingin dan berembun di pagi hari, namun tetap sejuk pula saat sore hari. Kamu bisa menikmati pemandangan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda, tetapi untuk kamu yang ingin beristirhat, cukup duduk di bukit-bukit dan menikmati air kelapa muda asli atau juga bisa sambil menikmati singkong dan ubi rebus bersama dengan secangkir kopi. Rasanya jadi tidak ingin pulang ke penginapan, tapi ternyata hari semakin gelap dan saya harus segera turun ke bukit dan mencari penginapan yang nyaman dan murah. Maklum, untuk meminimalisasi budget yang dimiliki demi membeli oleh-oleh, kita harus pintar mencari dan memilah penginapan yang murah tapi tidak murahan.

Disebut-sebut sebagai penginapan yang ramah terhadap para backpacker, Deep Purple Homestay menawarkan harga yang sangat murah. Mulai dari lima puluh ribu hingga seratus ribu rupiah kamu sudah bisa beristirhat dengan sangat nyaman. Pemilik homestay ini juga sangat baik dan ramah. Homestay ini sangat cocok untuk saya yang lagi-lagi sedang berhemat dan bertahan hingga dua hari ke depan agar bisa tetap berjalan-jalan. Meski murah, tapi tidak murahan, loh! Karena di dalam kamar tersedia tv dan juga AC. Sayapun bisa beristirahat dengan nyaman dan mempersiapkan tenaga lagi untuk berpetualang pada esok hari.

Merasa semangat dan sudah kembali fresh, hari kedua saya berada di Kulon Progo, sayapun mendatangi tempat yang tak kalah hits dan populer, yakni Kedung Pedut. Tenang, namanya memang sedikit aneh, tapi Kedung Pedut memiliki rupa dan panorama yang bisa membius mata kita. Kedung Pedut merupakan wisata air terjun yang relatif  baru, namun tempat ini sudah memiliki banyak peminat dan pengunjung. Disini kamu akan melihat batu-batu yang di berjajar dan tersusun dengan batang-batang bambu. Tempat ini berada di Jatimulyo, Girimulyo. Dari air yang mengalir deras, menimbulkan biuh dank abut yang menenangkan. Airnya berwarna biru, jernih, dan bersih. Sayapun memutuskan untuk mandi di bawah air terjun ini, tetapi ternyata tak kuat berlama-lama karena airnya yang sangat dingin, bahkan terasa menusuk hingga ke tulang-tulang. Kalau sudah begini, rasanya saya harus segera meminum kopi hangat sambil masih menikmati keindahan dan kesejukan Kedung Pedut ini.

Selanjutnya saya harus melangkahkan kaki saya menuju kota untuk mencari oleh-oleh unik khas Kulon Progo. Membeli oleh-oleh, pilihan pertama saya jatuh pada gula semut khas Kulon Progo. Warnanya merah sama seperi Gula Jawa pada umumnya, namun gula semut memiliki tekstur yang sangat halus dan lembut. Untuk kamu pecinta kopi, bisa coba gula pasir yang biasa menjadi campuran kopi dengan gula semut ini. Menurut informasi, salah satu kawasan pembuat gula semut ini berada di Hargotirto, Kecamatan Kokap. Untuk kamu yang penasaran dengan proses dan cara pembuatannya, bisa langsung mendatangi desa yang ada di Hargotirto ini, ya.

Kalibiru Kulonprogo

Meskipun tidak asing, saya merasa wajib untuk membeli bakpia dan wingko babat. Bakpia dan wingko babat disebut juga sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta dan Kulon Progo yang paling laris. Apalagi sekarang bakpia memiliki varian rasa dan isi yang beragam, seperti kacang hijau, keju, cokelat, bahkan duren. Jadi kamu bisa memilih rasa-rasa baru yang ditawarkan dari jenis bakpia ini. Selain membeli gula semut, bakpia, dan wingko babat, saya juga membeli Enting-Enting Jahe khas Kulon Progo. Kemasannya yang menarik dan unik, menjadikan makanan ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.

Perjalanan bagi saya selalu memberikan kesan dan meninggalkan kenangan. Kulon Progo juga akan menjadi catatan kisah perjalanan saya, yang tidak akan pernah terlupakan. Barangkali karena saya tipe orang yang susah move on ya! Sekian dulu catatan perjalanan saya kali ini. Selamat beristirahat.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.