Mengenal Lebih Dekat Tanaman Hidroponik


Indonesia negara agraris, semua tidak akan ada yang yang menyangkal, karena kita semua tahu suburnya tanah air Indonesia, bahkan sebatang tongkatpun jika ditancapkan ketanah akantumbuh karena kesuburan tanah Indonesia. Namun tanah yang subur tidak seiring dengan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat petani, salah siapa?

Berbagai cara dan metode telah diupayakan untuk bisa meningkatkan ketrampilan dan pengolahan tanaman para petani dan tidak cukup begitu saja, metode penanaman tanaman pun dilakukan berbagai cara dari yang tradisional hingga metode tradisional yang dipernaharui. Tentunya upaya itu dilakukan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani melalui pertumbuhan tanaman yang baik. Salah satu metode yang saat ini marak dilakukan adalah dengan penanaman melalui metode hidroponik.

Kita tahu bahwa, tumbuhan tumbuh melalui proses yang disebut fotosintesis. Dimana mereka menggunakan sinar matahari dan bahan kimia di dalam daun mereka yang disebut klorofil untuk mengubah karbon dioksida (gas di udara) dan air menjadi glukosa (sejenis gula) dan oksigen.

Proses penanaman hidroponik
Proses penanaman hidroponik

Tidak disebutkan bahwa dibutuhkan “tanah” sebagai bahan mutlak untuk proses fotosintesis. Yang mereka butuhkan adalah air dan nutrisi, keduanya mudah didapat dari tanah. Tetapi jika mereka bisa mendapatkan semua ini di tempat lain, kenapa tidak? Itulah prinsip dasar di balik hidroponik. Hidroponik berasal dari kata hidro berarti air dan pono berarti tenaga yang memiliki arti “air yang bekerja”. Secara teori, kata “hidroponik” berarti menumbuhkan tanaman dalam airtetapi karena anda dapat menanam tanaman tanpa benar-benar menempatkannya di dalam air, kebanyakan orang mendefinisikan kata itu berarti menanam tanaman tanpa menggunakan tanah.

Sepanjang sejarah yang berbeda orang-orang telah menggunakan teknik penanaman hidroponik. Contoh budaya hidroponik di zaman dulu adalah taman gantung Babel juga taman terapung suku Aztec. Catatan hieroglif Mesir sejak beberapa ratus tahun sebelum masehi juga menggambarkan tumbuhnya tanaman di air. Hidroponik juga digunakan selama Perang Dunia II untuk memasok pasukan yang ditempatkan di pulau-pulau yang tidak bisa ditanami tanaman

Metode hidroponik ini memang adalah metode kuno untuk menanam tanaman, tapi inovasi dan langkah besar telah dibuat selama bertahun-tahun di bidang pertanian untuk terus mengembangkan metode hidroponik ini.

Sepanjang abad terakhir, para ilmuwan dan ahli hortikultura bereksperimen dengan berbagai metode hidroponik. Salah satu aplikasi potensial hidroponik yang mendorong penelitian adalah menumbuhkan tanam-tanaman segar di daerah yang tidak subur di dunia dan daerah dengan sedikit atau tanpa tanah.

Mengapa menumbuhkan tanaman secara hidroponik?

Meskipun manfaat hidroponik kadang dipertanyakan, tampaknya ada banyak keuntungan dalam tumbuh tanpa tanah. Beberapa petani hidroponik menemukan bahwa mereka mendapatkan hasil berkali-kali lebih besar ketika mereka beralih dari metode konvensional. Karena tanaman yang ditanam secara hidroponik langsung mencelupkan akarnya ke dalam larutan yang kaya nutrisi, mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan lebih mudah daripada tanaman yang tumbuh di tanah, sehingga mereka membutuhkan sistem akar yang jauh lebih kecil dan dapat menyerap lebih banyak energi ke dalam pertumbuhan daun dan batang. Dengan akar yang lebih kecil, anda dapat menanam lebih banyak tanaman di area yang sama dan mendapatkan hasil lebih banyak dari jumlah tanah yang sama (hal ini merupakan kabar baik jika anda tumbuh di area terbatas seperti rumah kaca atau di balkon atau langkan jendela di dalam ).

Pemanfaatan lahan sempit dengan hidroponik paralon
Pemanfaatan lahan sempit dengan hidroponik paralon

Tanaman hidroponik juga tumbuh lebih cepat karena tentunya tidak ada hama. Hal tersebut membuat pertumbuhan tanaman yang lebih higienis dengan lebih sedikit masalah penyakit.

Meskipun begitu, tidak semua berita baik: mau tidak mau dalam segala hal pasti ada beberapa kekurangannya. Salah satunya adalah biaya semua peralatan yang anda butuhkan — wadah, pompa, lampu, nutrisi, dan sebagainya. Kelemahan lain adalah bagian utama hidroponik, perlu perhatian ekstra didalam merawat tanaman hidroponik ini. Bila kita menanam tanaman di tanah, anda kadang-kadang bisa tidak terlalu memperhatikan terus menerus tanaman tersebut, jika cuaca dan tanah baik tanaman anda akan tetap tumbuh subur. Tetapi hidroponik lebih ilmiah dan tanaman jauh lebih di bawah kendali anda. Anda perlu memeriksanya terus-menerus untuk memastikan mereka tumbuh dalam kondisi yang mereka butuhkan (meskipun sistem otomatis, seperti penghitung waktu pencahayaan, membuat segalanya lebih mudah). Perbedaan lain karena tanaman hidroponik memiliki sistem akar yang jauh lebih kecil, mereka tidak selalu dapat menopang diri mereka sendiri dengan baik. Tanaman berbuah berat mungkin tidak terlalu cocok untuk metode hidroponik ini.

Semua ada kekurangan dan kelebihannya, tinggal bagaimana anda memilih metode terbaik untuk tanaman anda. Semoga artikel diatas bisa membantu anda.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: