Categories
Universitas

Universitas Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung

Universitas Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung merupakan kampus impian bagi hampir semua pelajar di Indonesia, terutama yang ingin melanjutkan pendidikan pada bidang teknik/sains. Bagaimana tidak, kampus ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1920 dengan nama De Technische Hoogeschool te Bandung. Institut Teknologi Bandung telah lebih dari 50 tahun berkontribusi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di Indonesia. Dan banyak banget lho tokoh-tokoh besar negeri ini yang merupakan alumni dari kampus ini!

Yang pertama adalah Ir. Soekarno, yang merupakan presiden pertama Indonesia. Selain itu, kalian juga pasti mengenal sosok Bapak Teknologi yang namanya sudah melambung di bidang aviasi, bahkan hingga tingkat internasional, yaitu B.J. Habibie. Ada juga nih tokoh muda berprestasi yang juga merupakan alumni dari ITB, yaitu Achmad Zaky. Beliau adalah founder dan mantan CEO dari salah satu platform E-commerce terbesar di Indonesia, yaitu BukaLapak.

baca juga : Cara Daftar dan Syarat Masuk Universitas Columbia

Sejarah

Sejarah Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia berawal pada abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan de Techniche Hoogeschool te Bandung (TH) pada 3 Juli 1920 di lahan seluas 30 hektar di Bandung. Saat itu hanya terdapat satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya satu jurusan yaitu de afdeeling der We gen Waterbouw. Pendirian perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.

Sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920-1921, terdaftar 28 orang mahasiswa TH dengan hanya ada 2 orang Indonesia. Sementara itu, jumlah dosen pada permulaan tahun 1922 terdapat 12 orang Guru Besar. Empat tahun kemudian, pada tanggal 4 Juli 1924 dilepaslah insinyur yang pertama dari TH berjumlah 12 orang. Status TH dari saat pembukaan sampai tahun 1924 adalah bijzondere school yang kemudian berganti statusnya dari swasta menjadi instansi pemerintah.

Pada Dies ke-6 tanggal 3 Juli 1926, dari 22 orang kandidat insinyur yang lulus berjumlah 19 orang dengan 4 orang di antaranya adalah pribumi. Saat itulah untuk pertama kalinya TH Bandung menghasilkan nsinyur orang Indonesia. Satu dari keempat orang itu adalah Ir. R Soekarno yang kelak menjadi proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Kemudian saat pendudukan Jepang pada 1944-1945, TH berubah nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku (BKD) dan menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung setelah Indonesia merdeka. Selanjutnya pada 1946, sempat berpindah ke Yogyakarta dengan sebutan STT Bandung di Jogja yang kemudian menjadi Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada 21 Juni 1946, terjadi perubahan nama menjadi Universiteit van Indonesie di bawah kendali NICA dengan Faculteit van Technische Wetenschap dan Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri kemudian. Setelah itu pada 1950-1959 menjadi bagian dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan proklamasi kemerdekaanserta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinyaInstitut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.

Kurun dasawarsa pertama tahun 1960-an,ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapi jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.

Kurun dasawarsa kedua tahun 1970-an,ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonomi. Tingkat keakademikan makin meningkat, tetapi penugasan belajar ke luar negeri semakin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Kurun dasawarsa ketiga tahun 1980-an,ditandai dengan kepranataan dan proses belajar mengajar yang mulai memasuki era modern dengan sarana fisik kampus yang semakin dilengkapi. Jumlah lulusan sarjanameningkat dan program pascasarjana mulai dibuka. Keadaan ini didukung oleh membaiknya kondisi sosio-politik dan ekonomi negara.

Kurun dasawarsa keempat tahun 1990-an,perguruan tinggi teknik yang semula hanya mempunyai satu jurusan pendidikan, kini memiliki 26 Departemen Program Sarjana, termasuk Departemen Sosioteknologi, 34 Program Studi S2/Magister dan 3Bidang Studi S3/Doktor yang mencakup unsur-unsur ilmu pengetahuan, teknologi, seni, bisnis, dan ilmu-ilmu kemanusiaan.

Kurun dasawarsa kelima tahun 2000-an, pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 155 tahun 2000 telah menetapkan Institut Teknologi Bandung sebagai suatu Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Fakultas dan Sekolah

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) semula adalah bagian dari Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral (FIKTM). Ide pemekaran FIKTM muncul karena spektrum ilmu kebumian yang lebar dan memunculkan dikotomi sains (science) dan teknik (engineering). Keadaan ini mengakibatkan adanya perbedaan antar bidang ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya khususnya dalam menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi di FIKTM.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 

FMIPA didirikan jauh sebelum diresmikannya Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 2 Maret 1959, yaitu pada tanggal 6 Oktober 1947 di kota Bandung sebagai Faculteit van Exacte Wetenschap, yang kemudian menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuur Wetenschap, selanjutnya menjadi Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA), dan sekarang menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB) diresmikan pada tahun 1984, setelah mengalami sejarah perkembangan yang panjang sejak 1 Agustus tahun 1947 sebagai Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia di Bandung. Pada tahun 1956 bersama bagian arsitektur digabung menjadi Bagian Arsitektur dan Seni Rupa. Bagian Seni Rupa terbagi menjadi dua bidang studi yaitu Pendidikan Seni Rupa dan Seni Lukis.

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (FTI ITB) diresmikan pada tahun 1973. Namun sebagian kegiatan akademik di departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB telah dilaksanakan sebelumnya. Hingga Desember 2005, departemen yang berada di bawah naungan FTI ITB adalah Departemen Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Teknik Penerbangan.

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) merupakan Fakultas baru hasil pemekaran dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) sebagaimana ditetapkan dalam surat keputusan Rektor ITB No. 245/SK/OT/2007 tanggal 10 September 2007. Pemisahan FTMD dari FTI merupakan bagian dari reorganisasi ITB yang sudah diawali sejak Januari 2006. FTMD dalam program akademik menyelenggarakan program pendidikan sarjana, magister dan doktor dalam bidang: Teknik Mesin, Teknik Dirgantara, serta Teknik Material, serta beberapa program Magister dalam bidang khusus.

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

Secara runut dan ringkas, sejarah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) sejak berdiri hingga saat ini dapat dibagi dalam 5 (lima) perioda restrukturisasi, dimana tiap tahapan perioda restrukturisasi menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi untuk mengatasi masalah padamasanya.

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) dahulunya adalah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), merupakan suatu fakultas yang terbentuk dari jurusan-jurusan pendidikan yang berada di lingkungan FTSP. Jurusan Teknik Sipil ini merupakan jurusan pendidikan sebagai cikal bakal lembaga pendidikan tinggi teknik di Indonesia – Technische Hoogesschool (THS) Bandoeng yang didirikan pada tanggal 3 Juli 1920.

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB didirikan pada tanggal 29 Agustus 2005, berdasarkan SK Rektor ITB No. 222/2005 yang bertujuan melakukan reorganisasi unit-unit akademik ITB dengan menambahkan jumlah Fakultas / Sekolah dari 7 (tujuh) menjadi 11 (sebelas). Namun unsur-unsur pembentuk SAPPK bukanlah hal yang baru, karena seluruh program akademik dan sumber dayanya berasal dari dua departemen yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (yaitu: Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota) dan dua program studi yang semula bernaung di bawah Fakultas Teknik Industri (yaitu:Studi Pembangunan dan Transportasi ).

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

Departemen teknik industri ITB mengakui pentingnya pendidikan bisnis dan manajemen di Indonesia pada awal tahun 1970-an. Ide ini bertahan di departemen selama 1980-an tetapi akhirnya terwujud pada 1990 ketika Prof. Mathias A’roef, seorang tokoh terkemuka di Indonesia di bidang Teknik Industri, memperkenalkan program MBA di ITB dengan konsentrasi dalam manajemen operasional. Ini, pada gilirannya, memuncak dengan berdirinya SBM ITB.

Sekolah Farmasi (SF)

Sekolah Farmasi ITB didirikan pada 6 Oktober 1947, dengan nama Departemen Farmasi, di bawah fakultas yang bernama Faculteit voor Wiskunde and Natuurwetenschapen. Saat itu, fakultas ini merupakan bagian dari Univertitas Indonesia. Pada tanggal 1 Februari 1949, fakultas ini diubah menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Alam (FIPIA), namun tetap berada di bawah Universitas Indonesia.

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

Pada abad ke-21 ini, keahlian dalam bidang ilmu-ilmu hayati (life sciences) akan memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan kehayatan (biosains), bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya alam. Bahkan bioteknologi diperkirakan akan menjadi salah satu ilmu terapan (applied sciences) yang terpenting. Maka, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati didirikan untuk menjawab tantangan tersebut.

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB) yang diresmikan pada 1 Januari 2006 merupakan gabungan dua departemen di ITB, yaitu Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informatika (SK Rektor No. 012/SK/01/OT/2005). Kedua departemen ini mempunyai sejarah yang panjang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Elektro (EL) sejak tahun 1974, dan Teknik Informatika (IF) sejak tahun 1982.

Leave a Reply

Your email address will not be published.