5 Universitas Terbaik Indonesia

Universitas Terbaik Indonesia

Universitas Terbaik Indonesia -Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih perguruan tinggi, berikut ini adalah daftar universitas terbaik di Indonesia tahun 2022.
Berikut adalah 5 contoh Universitas Terbaik Indonesia.

 

 5 Contoh Universitas Terbaik Indonesia

5 Universitas Terbaik Indonesia

1.Universitas Indonesia (UI)
Universitas Indonesia disingkat UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok, Jawa Barat tepat di perbatasan antara Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, kampus utama lainnya terdapat di Salemba, Jakarta Pusat. UI dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi papan atas di Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung .
Cikal-bakal terbentuknya Universitas Indonesia adalah ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk membantu asisten dokter tambahan yang memegang sertifikat untuk melakukan perawatan-perawatan tingkat dasar serta mendapatkan gelar Dokter Jawa). Secara resmi, UI memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertama kali Ir. RM Pandji Soerachman Tjokroadisoerio. Tanggal tersebut menjadi hari kelahiran Universitas Indonesia.

Universitas Indonesia disingkat sebagai UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok, Jawa Barat tepat di perbatasan antara Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, kampus utama lainnya terdapat di Salemba, Jakarta Pusat. UI dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi papan atas di Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung .

Cikal-bakal terbentuknya Universitas Indonesia adalah ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk membantu asisten dokter tambahan yang memegang sertifikat untuk melakukan perawatan-perawatan tingkat dasar serta mendapatkan gelar Dokter Jawa ) . Secara resmi, UI memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertama kali Ir. RM Pandji Soerachman Tjokroadisoerio. Tanggal tersebut menjadi hari kelahiran Universitas Indonesia.

Sejarah
Pada tahun 1894 pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah Sekolah Ilmu Kesehatan dan Vaksin (Opleiding van eleves voor de genees-en helkunde en vaksin). Pendirian sekolah tersebut bertujuan untuk menghasilkan asisten dokter tambahan yang dilakukan dengan pelatihan kedokteran selama dua tahun, sekaligus sertifikasi untuk perawat-perawat tingkat dasar yang juga mendapatkan gelar Dokter Jawa (Javanese Doctor) yang berubah nama menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) selama 75 tahun bersamaan dengan 4 sekolah tinggi lainnya; Technische Hoogeschool te Bandoeng sekarang menjadi ITB, Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) di Batavia pada 1924, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Kemanusiaan) di Batavia pada 1940, Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) di Bogor sekarang menjadi IPB.

Universitas Indonesia secara resmi memulai degan rektor pertama Ir. RM Pandji Soerachman pada tanggal 2 Februari 1950 yang sekaligus diperingati sebagai hari kelahiran Universitas Indonesia. Sebelum tahun 1987 Universitas Indonesia memiliki 3 kampus dengan lokasi yang berbeda, di Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun. Setelah kampus Depok dibangun, beberapa arsitektur yang berada di Rawamangun dipindahkan ke kampus Depok dan kampus Salemba tetap dipertahankan untuk Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Pascasarjana. Pada era Reformasi, UI ditetapkan sebagai kampus yang memiliki pengelolaan yang cukup dalam kemandirian, otonomi dan taggung jawab besar sebagai kekuatan moral untuk nasional. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah menerbitkan PP No. 152/2000 yang menetapkan Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Kebijakan lainnya dengan disahkannya oleh pemerintah UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi yang kemudian mempersembahkan bagi status hukum UI.

Baca artikel lain : 7 Universitas di Bogor yang Paling Direkomedasikan!

2.Universitas Gajah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah universitas negeri yang terletak di Yogyakarta, Indonesia dan didirikan pada 19 Desember 1949.
UGM adalah lembaga pendidikan tinggi tertua dan terbesar di Indonesia. Total luas kampus UGM mencapai 360 hektare, terdiri dari 18 program studi sarjana, 68 program studi sarjana, 23 program studi diploma, 104 program studi master dan spesialis, dan 43 program studi Doktor. UGM memiliki sekitar 55.000 mahasiswa asing, 1.187 mahasiswa asing dan 2.500 mahasiswa asing. UGM memiliki jati diri sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas pancasila, universitas kerakyatan, dan universitas pusat kebudayaan .

Sejarah
Universitas Gadjah Mada lahir dari kancah perjuangan revolusi kemerdekaan bangsa Indonesia. didirikan pada awal kemerdekaan, UGM didaulat sebagai Balai Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi nasional.
Berdiri dengan nama “Universitas Negeri Gadjah Mada”, perguruan tinggi ini merupakan gabungan dari beberapa sekolah yang didirikan, antara lain Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, dan Akademi Ilmu Politik yang terletak di Yogyakarta, Balai Pendidikan Ahli Hukum di Solo, serta Perguruan Tinggi Kedokteran Bagian Praklinis di Klaten yang telah disahkan dengan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949 tentang Peraturan Penggabungan Perguruan Tinggi menjadi Universiteit.

Meski Peraturan Pemerintah yang menjadi pijakan berdirinya UGM tertanggal 16 Desember 1949, tanggal 19 Desember menjadi tanggal yang diperingati sebagai hari ulang tahun UGM karena lekat dengan peristiwa bersejarah bagi Bangsa Indonesia.Nama Gadjah Mada juga memiliki makna tersendiri, mengandung semangat serta teladan Mahapatih Gadjah Mada yang berhasil mempersatukan nusantara.
Teladan ini diterjemahkan dalam rumusan jati diri UGM sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, universitas kerakyatan dan universitas pusat kebudayaan,
Pada awal pendiriannya, UGM memiliki 6 Arsitektur, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Sastra dan Filsafat, Fakultas Pertanian , Fakultas Kedokteran Hewan.
Kegiatan perkuliahan yang dilakukan di Sitinggil dan Pagelaran, dengan memanfaatkan ruangan-ruangan kamar dan fasilitas di lingkungan Kraton Yogyakarta.

Baru pada tahun 1951 pembangunan fisik kampus bulaksumur dimulai, dan memasuki dekade 1960-an UGM sudah memiliki berbagai fasilitas seperti rumah sakit, pemancar radio, serta sarana lain yang mendukung proses pembelajaran bagi mahasiswa juga untuk melayani kepentingan masyarakat. Kini UGM memiliki 18 Fakultas, satu Sekolah Pascasarjana, serta satu Sekolah Vokasi dengan puluhan program studi.

3.Institut Teknologi Bandung (ITB)
Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB yang sekarang adalah tempat berdirinya sekolah-sekolah teknik sebelumnya di Indonesia. Awalnya, pada tahun 1920, Technische Hogeschool (TH) didirikan di Bandung dan pada pertengahan tahun 1940 berubah menjadi Kogyo Daigaku.
Tidak lama setelah Republik Indonesia lahir pada tahun 1945, kampus tersebut menampung Fakultas Teknik (termasuk Jurusan Seni Rupa) Universitas Indonesia, dengan kantor pusat di Jakarta. ITB memiliki 3 Multikampus, 12 Fakultas dan Sekolah dengan 130 program studi dan total 23.848 mahasiswa. Kampus Ganesha merupakan kampus utama Institut Teknologi Bandung. Berlokasi di Jl. Ganesha No. 10, Bandung, Jawa Barat, Indonesia dengan luas sekitar 28 hektare, kampus ini terus mengalami perluasan dan penambahan fasilitas.

 

Sejarah
Sejarah Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia berawal pada abad ke-20, ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan de Techniche Hoogeschool te Bandung (TH) pada 3 Juli 1920 di lahan seluas 30 hektar di Bandung. Saat itu hanya terdapat satu arsitektur yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap dan hanya satu jurusan yaitu de afdeeling der We gen Waterbouw. Pendirian perguruan tinggi ini membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang semakin terbatas pada masa kolonial Belanda akibat pecahnya Perang Dunia pertama.
Sejak resmi dibuka untuk tahun kuliah 1920-1921, tercatat hanya 28 orang mahasiswa TH dengan ada 2 orang Indonesia. Sementara itu, jumlah dosen pada awal tahun 1922 terdapat 12 orang Guru Besar. Empat tahun kemudian, pada tanggal 4 Juli 1924 dilepaslah insinyur yang pertama dari TH membuka 12 orang. Status TH dari saat pembukaan sampai tahun 1924 adalah bijzondere school yang kemudian berganti statusnya dari swasta menjadi instansi pemerintah.

Pada Dies ke-6 tanggal 3 Juli 1926, dari 22 kandidat calon insinyur yang lulus ujian 19 orang dengan 4 orang di antaranya adalah pribumi. Saat itulah untuk pertama kalinya TH Bandung menghasilkan nsinyur orang Indonesia. Satu dari keempat orang itu adalah Ir. R Soekarno yang kelak menjadi proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.
Kemudian saat pendudukan Jepang pada 1944-1945, TH berubah nama menjadi Bandung Kogyo Daigaku (BKD) dan menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung setelah Indonesia merdeka. Selanjutnya pada tahun 1946, sempatkan berpindah ke Yogyakarta dengan sebutan STT Bandung di Jogja yang kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada 21 Juni 1946, terjadi perubahan nama menjadi Universiteit van Indonesie di bawah kendali NICA dengan Faculteit van Technische Wetenschap dan Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri kemudian. Setelah itu pada 1950-1959 menjadi bagian dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan proklamasiserta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinyaInstitut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.


4.Universitas Airlangga (UNAIR)
Universitas Airlangga adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Universitas ini didirikan tanggal 10 November 1954 bertepatan dengan hari pahlawan yang ke-9. Universitas Airlangga memiliki 174 program studi, 14 program studi, 1 sekolah pascasarjana, dan 3 kampus yang tersebar di Surabaya. Jumlah Anggota Fakultas mencapai 1.522 dan Tenaga Akademik jumlah 2.002 orang .

Sejarah
Berdirinya Universitas Airlangga memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum Unair resmi didirikan, pada tanggal 9 dan 11 Oktober 1847, disampaikan usul kepada Pemerintah Kolonial Belanda untuk mendidik pemuda-pemuda Jawa yang berbakat menjadi ahli-ahli praktik kesehatan. Pada tanggal 2 Januari 1849, melalui Keputusan Pemerintah No. 22, didirikan NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) sebagai tempat pendidikan dokter di Surabaya. Sejak tahun 1913, pendidikan dokter di Surabaya berlangsung di Jalan Kedungdoro 38 Surabaya. Pada tahun 1923, gedung NIAS dipindah dari Jalan Kedungdoro ke tempat berdirinya Fakultas Kedokteran Unair di Jalan Mayjen. Prof.Dr.Moestopo, Surabaya.

Dr. Lonkhuizen, Kepala Dinas pada masa itu, mengajukan proposal untuk mendirikan Sekolah Kedokteran Gigi di Surabaya sejak bulan Juli 1928 hingga 1945. Ia mendapat persetujuan dari Dr. RJF Van Zaben, Direktur NIAS. Selanjutnya, sekolah tersebut lebih dikenal dengan nama STOVIT (School tot Opleiding van Indische Tandarsten). Kala itu, STOVIT berhasil mengumpulkan 21 orang siswa. Dalam perjalanannya, STOVIT berganti nama menjadi Ika Daigaku Shika (sekolah kedokteran dan kedokteran) dengan Dr. Takeda sebagai direktur pertama, memiliki antara tahun 1942–1945.

Dua tahun kemudian, pemerintah Belanda mengambil alih dan kemudian mengganti namanya menjadi Tandheelkunding Instituut. Pada tahun 1948 sekolah ini berubah status menjadi Universiteit Tandheelkunding Instituut (UTI). Di bawah otoritas Republik Indonesia Serikat (RIS), ISK kembali berganti nama ilmiah Gigi (LIKG) selama 4 tahun masa studi, di bawah pimpinan Prof. M. Knap dan Prof. M. Soetojo. Pada tahun 1948, Universitas Airlangga merupakan cabang dari Universitas Indonesia yang memiliki dua dua, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Universitas Airlangga secara resmi berdiri pada tahun 1954 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57/1954 dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 November 1954, bertepatan dengan perayaan hari pahlawan yang kesembilan. Pada tahun yang sama pula berdiri Fakultas Hukum yang dulunya merupakan cabang dari Fakultas Hukum, Ekonomi, dan Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


5. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi-inovasi yang diakui secara nasional maupun internasional. Selama sepuluh tahun berturut-turut (tahun 2008-2018), Inovasi IPB menjadi yang terbanyak di antara perguruan tinggi lain di Indonesia berdasarkan hasil penilaian Business Innovation Center Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dalam Inovasi Indonesia Paling Prospektif (sebanyak 39,71% ).
Sebelum diresmikan pada tahun 1963, IPB adalah sebuah arsitektur arsitektur pada pertanian Universitas Indonesia. Pada tanggal 1 September 1963, Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, melakukan peletakan batu pertama pembangunan saat ini sebagai peresmian Institut Pertanian Bogor sebagai sebuah perguruan tinggi mandiri. IPB memiliki 181 Program Studi, Fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana, Sekolah Bisnis dan Program Diploma. IP dibagi dalam beberapa kampus dengan luas Kampus Pusat 2.670.000 meter persegi, Kampus Baranangsiang 128.800 meter persegi, Kampus Taman Kencana 34.578 meter persegi, Kampus Cilibende 15.034 m2, Kampus Gunung Gede 141.452 meter persegi. 

Sejarah
Institut Pertanian Bogor (IPB) akan berganti nama menjadi IPB University. IPB memiliki sejarah yang amat panjang. Cikal-bakal institusi pendidikan ini sudah ada sejak zaman Hindia Belanda sebelum akhirnya diresmikan Presiden Sukarno dengan nama IPB pada 1 September 1963. Sejak masa kolonial, Buitenzorg atau Bogor memang menjadi tempat representatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan tentang flora dan fauna.
Pemerintah kolonial mendirikan beberapa lembaga penelitian terkait hal ini di Bogor. Salah satunya adalah ‘s Lands Plantentuin te Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda GAG Gerard Philip Baron van der Capellen pada 18 Mei 1817.

Kebun raya yang memiliki koleksi banyak jenis tanaman, di Bogor ada pula Algemene Proefstation voor de Landbouw (Lembaga Penelitian Pertanian) dan Veeartsenijkundige Instituut (Lembaga Penelitian Kedokteran Hewan). Maka, dikutip dari buku Sejarah Pendirian Fakultas Ilmu Pertanian di Bogor (2012) suntingan Soekardja Somadikarta dan kawan-kawan, sejak 1918 gagasan untuk membangun Sekolah Tinggi Pertanian dan Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan Veeartsenijundige.

Berikut adalah Universitas Terbaik Indonesia tahun 2022 yang paling di rekomendasikan untuk para pelajar di Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *